Laut Merah Masih Mencekam, Begini Respons 11 Raksasa Pelayaran Dunia

Selasa, 17 September 2024 - 07:15 WIB
loading...
A A A
Alasan di balik obsesi nyata kaum Houthi terhadap Delta Atlantica tidak jelas, meskipun pejuang Yaman diketahui menaruh minat khusus pada kapal tanker minyak yang diduga menuju pelabuhan Israel untuk mengisi bahan bakar ekonomi dan mesin perang Tel Aviv.

Berikut respons dan tindakan 11 perusahaan pelayaran besar dan pengiriman barang terkait gejolak di Laut Merah:

1. CMA CGM


Grup pelayaran Prancis menangguhkan sebagian besar pelayaran lewat Laut Merah, meskipun CEO CMA CGM, Rodolphe Saade mengatakan, pada bulan Februari lalu, bahwa pihaknya masih mengirim beberapa kargo berdasarkan kasus per kasus ketika pengawalan angkatan laut Prancis dimungkinkan.

2. DIANA SHIPPING (DSX.N)


Membuka babak baru, transit Terusan Suez berjalan sekitar di bawah 40% pada sepanjang paruh pertama Desember tahun lalu. " Hal ini sebagian besar disebabkan karena hasil dari beberapa operator, termasuk kami sendiri yang menghindari daerah tersebut," kata President Anastasios Margaronis said in February.

3. DSV (DSV.CO)


Perusahaan pengiriman barang terbesar ketiga di dunia DSV (DSV.CO), mengatakan, pada bulan Juli bahwa volume pengiriman yang lebih tinggi meningkatkan pendapatan pada kuartal kedua. Hal ini seiring dampak dari harapan positif terkait gangguan laut merah pada paruh kedua tahun ini.

4. EVERGREEN (2603.TW)


Perusahaan transportasi dan pengapalan peti kemas asal Taiwan mengatakan, pada bulan Desember bahwa kapal-kapal yang melayani regional ke pelabuhan Laut Merah akan berlayar ke perairan aman di dekatnya. Sedangankan kapal yang dijadwalkan melewati Laut Merah akan dialihkan rute di sekitar Afrika.

5. HAPAG-LLOYD (HLAG.DE)


Perusahan pelayaran peti kemas Jerman memutuskan, pada bulan Januari untuk mengalihkan kapalnya melewati jalur di sekitar Afrika sampai pemberitahuan lebih lanjut. "Untuk saat ini, kami berencana untuk memutar lewat Tanjung Harapan hingga akhir tahun," kata CEO ,Rolf Habben Jansen pada 14 Agustus.

Perusahaan mengatakan pada bulan Juni bahwa mereka tidak ingin industri melanjutkan pelayaran di Laut Merah, bahkan jika gencatan senjata antara Hamas dan Israel segera tercapai. Dikatakan juga bahwa gangguan dan kelebihan pasokan kapal global akan memaksanya untuk memangkas pengeluaran pada tahun 2024, termasuk mengadaptasi pelayaran.

6. KUEHNE + NAGEL (KNIN. S)


Grup logistik asal Swiss mengatakan, pada bulan Maret pihaknya memperkirakan dampak dari gangguan di Laut Merah akan berlangsung hingga kuartal mendatang.

Pada 23 Juli lalu, dijelaskan bahwa dampak yang ditimbulkan pada bisnisnya tidak terlalu besar. Lalu perusahaan bersiap menghadapi permintaan yang lebih tinggi pada paruh kedua bulan ini, setelah adanya peningkatan penggunaan layanan Logistik Laut hingga Udara.

7. MAERSK (MAERSKb.CO)


Maersk memperkirakan gangguan akan berlanjut setidaknya hingga akhir 2024, dan selama satu tahun penuh masih akan dibayangi oleh krisis.

Kelompok pelayaran asal Denmark, yang telah menangguhkan lalu lintas logistiknya melalui Laut Merah, mengatakan pada bulan Juli, bahwa mereka mengalami dampak berjenjang dari gangguan di wilayah tersebut, dengan kemacetan di seluruh jaringan lautnya.

8. MSC


Mediterranean Shipping Company (MSC) mengutarakan, pada bulan Desember bahwa kapal-kapalnya tidak akan transit melalui Terusan Suez.

9. NIPPON YUSEN (9101.T)


Perusahaan pengiriman terbesar Jepang berdasarkan penjualan menangguhkan navigasi melalui Laut Merah untuk semua kapal, kata seorang juru bicara kepada Reuters pada bulan Januari.

10. OCEAN NETWORK EXPRESS


Usaha patungan antara Kawasaki Kisen Kaisha (9107.T) Jepang, Mitsui O.S.K. Lines (9104.T), dan Nippon Yusen mengatakan, pada bulan Desember akan mengalihkan kapal ke sekitar Tanjung Harapan atau menghentikan sementara perjalanan dan pindah ke daerah yang lebih aman.

11. OOCL


Grup kontainer yang berkantor pusat di Hong Kong mengutarakan, pada bulan Desember bahwa mereka telah menginstruksikan kapal untuk mengalihkan rute dari Laut Merah atau menangguhkan pelayaran. Mereka juga berhenti, menerima kargo ke dan dari Israel sampai pemberitahuan lebih lanjut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Lolos dari Blokade AS,...
Lolos dari Blokade AS, Tanker Raksasa Pengangkut 2 Juta Barel Minyak Lanjut Berlayar ke Vietnam
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
Rekomendasi
Trump dan Presiden FIFA...
Trump dan Presiden FIFA Disoraki Penonton saat Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
Spanyol Juara Piala...
Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Berita Terkini
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved