3 Efek Jika Iran Gabung BRICS, Koalisi Anti Barat Semakin Menguat?

Selasa, 17 September 2024 - 12:51 WIB
loading...
3 Efek Jika Iran Gabung...
Banyak yang menilai jika masuknya Iran ke BRICS adalah upaya untuk mengatasi Amerika Serikat.Foto/Dok
A A A
JAKARTA - BRICS secara resmi telah menggandeng Iran sebagai salah satu anggota baru mereka di awal tahun 2024. Banyak yang menilai jika kerjasama ini adalah upaya untuk mengatasi Amerika Serikat.

Iran memperoleh keanggotaan penuh dalam Organisasi Kerja Sama Shanghai pada bulan Juli 2022 dan pada saat yang sama berupaya untuk masuk ke dalam kelompok BRICS.

Baca Juga : Presiden Iran akan Menghadiri BRICS di Rusia, AS dan Eropa Ketar-ketir

Setelah mendapat undangan resmi, Iran mengumumkan penerimaannya ke dalam BRICS pada tanggal 24 Agustus 2023, dengan keanggotaan resmi dimulai pada tanggal 1 Januari 2024.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, mengumumkan jika ini adalah pencapaian penting bagi Teheran, dengan menekankan potensi ekonomi yang dapat ditawarkan BRICS.

Dibalik ketergabungan Iran dengan BRICS, pastinya akan ada efek yang ditimbulkan baik untuk Teheran, Brics, atau untuk Dunia nantinya.

3 Efek Jika Iran Gabung BRICS

1. Mengurangi Beban atas Sanksi AS

Seperti yang diketahui jika Iran telah beberapa kali terkena sanksi dari AS. Keikutsertaan mereka ke BRICS saat ini diperkirakan akan dapat mengatasi dampak sanksi AS dan mengatasi isolasinya.

Ehsan Khandouzi, Menteri Keuangan dan Urusan Ekonomi Iran, menyampaikan harapannya untuk keterlibatan global dan peningkatan peluang perdagangan dengan negara-negara BRICS, meskipun ada sanksi AS.

Pejabat Iran, yang merasa perlu menenangkan kecemasan dalam negeri tentang krisis ekonomi yang mencengkeram negara itu sejak 2018, secara rutin memberi tahu warga negara bahwa BRICS dapat menentang dominasi dolar AS, dan meringankan krisis keuangan yang disebabkan oleh sanksi AS.

Kurangnya kepercayaan pada kebijakan luar negeri dan ekonomi pemerintah telah memainkan peran utama dalam devaluasi rial Iran sebanyak 12 kali lipat terhadap mata uang utama sejak 2018.

2. Peningkatan Legitimasi Iran

Dari sudut pandang politik, legitimasi pemerintah Iran telah banyak mengalami kemunduran signifikan di panggung internasional karena kelompok milisi dan berbagai pemberontakan yang mereka lakukan.

Meski begitu, Iran masih dianggap sebagai salah satu anggota penting dari BRICS. Membuat Teheran masih memiliki pamor di panggung politik dunia dalam rangka memulihkan legitimasinya.

Sedangkan dari sudut pandang ekonomi, Iran juga akan memperluas hubungan dagangnya dengan negara-negara anggota BRICS. Potensi ini akan sangat menguntungkan jika pemerintah Iran dapat menjual minyak sesuai dengan volume yang diinginkan.

3. Ciptakan Koalisi Anti Barat

Seperti yang diketahui jika Iran telah bermusuhan dengan Barat cukup lama, dan bahkan menjadi negara yang memusuhi Amerika Serikat. Bergabungnya Teheran bersama BRICS tentunya akan membuat suatu koalisi besar di luar Timur Tengah yang belum pernah dijangkau Iran sebelumnya.

Meski di dalam BRICS terdapat India dan Brazil yang masih pro-Barat, motor penggerak organisasi tersebut yakni China dan Rusia adalah dua negara yang dikenal paling anti-Barat.

Baca Juga : Tenggelamkan Dolar, Bank-bank China dan Rusia Kompak Bangun Sistem Anti-Barat

Terlebih, BRICS selama beberapa tahun belakangan ini tengah menyerukan upaya dedolarisasi untuk melemahkan dolar AS. Ini tentunya akan jadi ancaman serius bagi AS.

Meski begitu AS hingga saat ini masih acuh terhadap apa yang mereka rencanakan dan perbuat. Atas bergabungnya Iran dengan BRICS, AS hanya menegaskan kembali keyakinannya bahwa negara mana pun dapat memilih mitra dan kelompok yang ingin mereka ajak berasosiasi.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Iran Ancam Ubah Doktrin...
Iran Ancam Ubah Doktrin Nuklir jika Sanksi Barat Diberlakukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved