alexametrics

Harga Minyak Merosot Akibat Ketidakpastian Negosiasi AS-China

loading...
Harga Minyak Merosot Akibat Ketidakpastian Negosiasi AS-China
Harga minyak turun karena ketidakpastian pembicaraan dagang AS dan China. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Harga minyak dunia merosot pada perdagangan Rabu (13/11/2019), karena prospek kesepakatan dagang Amerika Serikat dan China meredup. Hal ini mengkhawatirkan prospek ekonomi global dan permintaan energi.

Melansir dari Reuters, Presiden AS Donald Trump mengkritik China telah melakukan "kecurangan" dalam perdagangan dan menyalahkan para presiden sebelumnya. Hal ini mengecewakan investor dan pasar minyak.

Akibatnya harga minyak mentah Brent International turun 18 sen atau 0,3% menjadi USD61,88 per barel pada pukul 04.11 GMT, dan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di USD56,67 per barel, turun 13 sen atau 0,2%.



Badan Energi Internasional (EIA) memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global akan melambat hingga tahun 2025, akibat ketidakpastian global.

Permintaan minyak global diperkirakan rata-rata tumbuh 1 juta barel per hari (bph) hingga tahun 2025. Dan diperkirakan semakin melambat sesudah tahun 2025. seiring meningkatnya efisiensi bahan bakar karena maraknya kendaraan listrik.

EIA mengatakan dalam Outlook Energi Dunia tahunan untuk periode hingga tahun 2040, produksi minyak akan menyumbang 85% dari kebutuhan energi. Adapun sisanya terjadi peningkatan dari gas.

EIA menambahkan pangsa produksi minyak global dari anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia akan turun menjadi 47%.

"Amerika Serikat terus meningkatkan persediaan minyaknya dan AS akan menjadi penyeimbang kuat terhadap OPEC dalam upaya mengelola pasar minyak," Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol.

Dalam sepekan hingga 8 November, persediaan minyak mentah AS naik sekitar 1,6 juta barel. ANZ Bank mengatakan persediaan minyak AS lebih tinggi dari tahun lalu.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak