Manfaatkan Sanksi Barat, Terkuak Bagaimana Yuan China Menggerogoti Dolar AS

Kamis, 19 September 2024 - 22:04 WIB
loading...
Manfaatkan Sanksi Barat,...
Yuan China muncul sebagai alternatif juga pesaing utama dalam perlombaan mata uang cadangan dunia. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (USD) telah menjadi mata uang cadangan dunia dalam waktu yang lama. Berkat king dolar, Amerika Serikat (AS) yang semakin kuat memaksa sejumlah negara melakukan dedolarisasi.

Dalam konteks tersebut, yuan muncul sebagai alternatif juga pesaing utama dalam perlombaan mata uang cadangan dunia. Bloomberg melaporkan pada bulan April 2024, yuan China berhasil mengungguli Euro. Menurut statistik terbaru dari sistem pesan pembayaran SWIFT, nilai yuan mendekati 6% pada April 2024.

Baca Juga: Arab Bersatu setelah Ledakan Pager Hizbullah, 4 Negara Kirim Bantuan ke Lebanon

Pada Juni, terjadi pertumbuhan 13,37% dalam pembayaran perdagangan dalam yuan. Aset ini berada tepat di belakang dolar. Namun, perlu dicatat bahwa 88% transaksi mata uang asing masih menggunakan dolar AS, sementara kurang dari 7% menggunakan yuan.

Yuan China memperoleh momentum karena disebabkan peningkatan sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Rusia pada Februari 2022 setelah invasi ke Ukraina.

Baca Juga: Rangkul Dedolarisasi, BRICS Salip G7 di Bidang Ekonomi Utama

Pergerakan Strategis China

China jelas memanfaatkan situasi ini untuk mempromosikan yuan dan tujuan dedolarisasi secara global. Saat ini, yuan adalah salah satu mata uang yang paling banyak digunakan di Rusia. Direktur Asosiasi di Pusat GeoEkonomi Atlantic Council, Maia Nikoladze mengatakan;

"Berdagang dalam yuan sangat nyaman bagi Rusia dan China. Rusia tidak memiliki terlalu banyak alternatif mata uang lain, sementara China mendapatkan keuntungan dari memberikan pengaruh ekonomi yang lebih besar terhadap Moskow, dan juga membuat kemajuan dalam menginternasionalkan yuan."

Meskipun akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk yuan Cina untuk menurunkan dolar, tampaknya yuan bergerak pada kecepatan yang tepat. Selain itu, upaya negara-negara BRICS juga dapat menurunkan dolar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved