Media Rusia Sebut Indonesia Tertarik Bergabung dengan BRICS

Selasa, 24 September 2024 - 18:27 WIB
loading...
Media Rusia Sebut Indonesia...
Indonesia dikabarkan tertarik untuk bergabung dengan BRICS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia dikabarkan tertarik untuk bergabung dengan BRICS. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Indonesia Winardi Hanafi Lucky yang dilansir dari Kantor Berita Rusia TASS.

"Soal BRICS, kami tertarik. Kita harus jajaki detailnya, ekspektasi dari masuknya. Ini masih dalam proses," ujarnya di sela-sela seminar Valdai Discussion Club tentang perkembangan hubungan Rusia-Indonesia saat ditanya soal BRICS

Baca Juga : 3 Negara yang Takut dengan Keberadaan BRICS

Sementara itu, Presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto belum mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam KTT BRICS di Kazan. Pasalnya, acara tersebut berdekatan waktunya dengan tanggal pelantikan sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Belum jelas, pelantikan presiden terpilih dijadwalkan (20 Oktober - TASS)," ujarnya.

Sejak didirikan pada tahun 2006, BRICS telah mengalami dua fase ekspansi. Pada tahun 2011, Afrika Selatan bergabung dengan grup awal, yang mencakup Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok. Pada 1 Januari 2024, lima anggota baru resmi masuk BRICS, yaitu Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Ethiopia.

Baca Juga : Pejabat BRICS: Perdagangan Mata Uang Lokal Sudah Lampaui Dolar AS

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan bahwa 34 negara telah menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan BRICS. Rusia menjabat sebagai ketua BRICS secara bergilir selama satu tahun pada tanggal 1 Januari 2024. KTT BRICS akan diadakan di Kazan, Tatarstan, di wilayah Volga Rusia, pada tanggal 22-24 Oktober.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Rekomendasi
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved