alexametrics

Rupiah Diproyeksi Menguat Dipengaruhi Sentimen Suku Bunga

loading...
Rupiah Diproyeksi Menguat Dipengaruhi Sentimen Suku Bunga
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan menguat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan menguat, setelah sempat ditutup mixed alias variatif. Sentimen positif mencuat setelah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (21/11) lalu menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate pada level 5%.

Selain itu, bank sentral juga menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 bps sehingga masing-masing menjadi 5,5% dan 4,0%, dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3,0%, dan berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

"Kebijakan BI yang memangkas GWM untuk meningkatkan penyaluran kredit yang bisa membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia juga bisa positif untuk rupiah," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (25/11/2019). Dia pun memprediksi rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Ro14.020-14.100 per dolar AS.



Dia melanjutkan, negosiasi dagang masih menjadi market mover bagi mata uang Garuda. Pasar masih mengkhawatirkan hasil dari negosiasi dan mempertanyakan kapan perjanjian akan ditandatangani. Meski demikian, akhir pekan kemarin beberapa komentar positif mengenai negosiasi dari China maupun AS membantu meredakan kekhawatiran.

"Pejabat dari kedua negara memberikan sinyal dan komitmen bahwa perjanjian fase 1 akan segera ditandatangani. Ini memberikan sentimen positif bagi aset berisiko termasuk rupiah," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak