3 Efek Jika Korut Gabung BRICS, Koalisi Blok Anti-Barat Makin Nyata

Jum'at, 27 September 2024 - 11:20 WIB
loading...
A A A
Dikutip dari 38 North, Perjanjian baru DPRK-Rusia yang ditandatangani pada bulan Juni 2024 juga mencakup ketentuan tentang kerja sama kedua negara secara regional dan internasional.

Selain itu, diskusi dalam BRICS tentang pengenalan mata uang baru untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dapat menarik bagi Korea Utara, karena dapat membantu rezim tersebut menghindari sanksi ekonomi.

3. Koalisi Anti-Barat Semakin Kuat

Lim Eul-chul, pakar Korea Utara di Institut Timur Jauh Universitas Kyungnam, menyoroti hubungan Korea Utara dengan China sebagai faktor utama yang memengaruhi potensi keanggotaannya dalam blok anti-AS.

"Meskipun saya tidak akan sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan Korea Utara bergabung dengan BRICS atau Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di masa mendatang, hal itu tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Pengaruh Tiongkok sangat penting dalam keputusan ini, tetapi hubungan antara Beijing dan Pyongyang saat ini sedang tegang," kata Lim.

Jika Korea Utara akhirnya bergabung dengan kelompok multilateral yang dipimpin Rusia, ini akan semakin memperkuat BRICS sebagai blok anti-Barat, kata profesor itu.

Seperti yang diketahui jika BRICS saat ini memang didominasi oleh negara-negara anti barat seperti China, Rusia, dan Iran.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Rekomendasi
FIFA Terpaksa Langgar...
FIFA Terpaksa Langgar Aturan Sendiri Jelang Semifinal Piala Dunia 2026 Argentina vs Inggris
Penyidik Polri Bungkam...
Penyidik Polri Bungkam Usai Serahkan Berkas Penyidikan Febrie ke Kejagung
Huawei dan Chery Ungkap...
Huawei dan Chery Ungkap Identitas Mantan Desainer Ferrari di Balik Luxeed RX
Berita Terkini
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
Infografis
3 Sekutu Paling Setia...
3 Sekutu Paling Setia Lebanon, Semuanya Anti-Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved