Putin: Ekonomi Barat Menuju Keruntuhan, BRICS Akan Jadi Pusat Pertumbuhan
Jum'at, 27 September 2024 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Prediksi tersebut menurutnya bukan hanya sesumbar tanpa bukti. Putin mengingatkan, pada tahun 1992, negara-negara yang kemudian menjadi anggota BRICS hanya menyumbang 16% dari PDB global, tetapi kini porsi mereka telah melampaui G7. Menurut Bank Dunia, PDB kumulatif kelompok tersebut berdasarkan paritas daya beli mencapai lebih dari 35% dari total global pada tahun 2023. Sementara, kelompok negara-negara kaya G7 kini "hanya" menyumbang 29% dari PDB global.
Baca Juga: Israel Tolak Gencatan Senjata, Gempur Hizbullah dengan Kekuatan Penuh
Menurut pemimpin Rusia tersebut, BRICS bermaksud menciptakan platform pembangunan yang efektif dan bebas dari campur tangan eksternal. Ia menunjuk pada rencana pembentukan sistem pembayaran dan penyelesaian independen untuk memfasilitasi perdagangan luar negeri antar-anggota kelompok. "Negara-negara sahabat sudah menyumbang 90% dari ekspor energi Rusia," imbuh presiden tersebut.
Didirikan pada tahun 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, organisasi tersebut diikuti oleh Afrika Selatan pada tahun 2011. Pada tahun 2024, kelompok tersebut berkembang lebih jauh hingga mencakup Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, dan Ethiopia. Pada pertengahan September, Putin mengatakan bahwa sebanyak 34 negara telah menyatakan minatnya pada BRICS, di mana diskusi sedang berlangsung tentang potensi kemitraan.
Pangsa BRICS dalam ekonomi global pun terus meningkat tahun lalu, sementara pangsa G7 – yang terdiri dari AS, Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, Italia, dan Jepang – terus menyusut. Data Bank Dunia menunjukkan, tahun lalu pangsa BRICS meningkat sebesar 0,6% sementara pangsa G7 turun sebesar 0,4%.
Baca Juga: Israel Tolak Gencatan Senjata, Gempur Hizbullah dengan Kekuatan Penuh
Menurut pemimpin Rusia tersebut, BRICS bermaksud menciptakan platform pembangunan yang efektif dan bebas dari campur tangan eksternal. Ia menunjuk pada rencana pembentukan sistem pembayaran dan penyelesaian independen untuk memfasilitasi perdagangan luar negeri antar-anggota kelompok. "Negara-negara sahabat sudah menyumbang 90% dari ekspor energi Rusia," imbuh presiden tersebut.
Didirikan pada tahun 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, organisasi tersebut diikuti oleh Afrika Selatan pada tahun 2011. Pada tahun 2024, kelompok tersebut berkembang lebih jauh hingga mencakup Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, dan Ethiopia. Pada pertengahan September, Putin mengatakan bahwa sebanyak 34 negara telah menyatakan minatnya pada BRICS, di mana diskusi sedang berlangsung tentang potensi kemitraan.
Pangsa BRICS dalam ekonomi global pun terus meningkat tahun lalu, sementara pangsa G7 – yang terdiri dari AS, Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, Italia, dan Jepang – terus menyusut. Data Bank Dunia menunjukkan, tahun lalu pangsa BRICS meningkat sebesar 0,6% sementara pangsa G7 turun sebesar 0,4%.
(fjo)
Lihat Juga :