alexametrics

Harga Minyak Naik Lebih 1% Menyambut Meningkatnya Aktivitas China

loading...
Harga Minyak Naik Lebih 1% Menyambut Meningkatnya Aktivitas China
Harga minyak naik lebih dari 1% menyambut meningkatnya aktivitas manufaktur China. Foto/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah naik lebih dari 1% pada perdagangan Senin (2/12/2019), menyambut tanda-tanda meningkatnya aktivitas manufaktur China. Negeri Tirai Bambu ini dikenal sebagai importir minyak nomor satu di dunia.

Kebangkitan manufaktur China memberi harapan meningkatnya permintaan akan bahan bakar. Sementara, OPEC dapat meneruskan kebijakan pemangkasan produksi yang akan dibahas pekan ini di Wina, Austria, demi terus menopang harga.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent International naik 74 sen atau 1,2% menjadi USD61,23 per barel pada pukul 01:57 GMT.



Harga minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate naik 86 sen atau 1,6% menjadi USD56,03 per batel, setelah naik lebih dari USD1 pada sesi sebelumnya.

Sebelumnya, pasar minyak sempat khawatir atas dukungan Washington terhadap pemrotes Hong Kong, yang akan mengaburkan negosiasi dagang AS dan China. Perang dagang kedua negara ekonomi terbesar dunia itu, membuat perekonomian dunia melambat dan menurunkan permintaan akan minyak.

Namun, pasar minyak bergairah pada Senin ini, setelah aktivitas pabrik di China kembali menguat. Ini adalah penguatan pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir. Sebagai negara importir minyak terbesar dunia, meningkatnya aktivitas manufaktur China artinya meningkatnya permintaan akan si emas hitam. Langkah stimulus pemerintah China berhasil meningkatkan aktivitas pabrik mereka.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, kemungkinan besar kembali memperpanjang pengurangan produksi hingga Juni 2020.

OPEC+ telah mengkoordinasikan untuk selama tiga tahun menyeimbangkan pasar demi mendukung harga. Sejak awal Januari 2019, OPEC+ telah memangkas pasokan hingga 1,2 juta barel per hari. Para menteri OPEC akan bertemu di Wina pada 5 Desember dan membuat keputusan perjanjian pembatasan minyak.

"Semua mata tertuju pada pertemuan OPEC minggu ini," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak