Bisnis Rusia Mulai Ketergantungan China Saat Pasokan Yuan Diramal Mengering
Selasa, 01 Oktober 2024 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Bank-bank Rusia telah mengurangi lebih dari separuh pinjaman swap mereka, yang turun menjadi USD2,19 miliar pada hari Rabu dari level tertinggi 35,2 miliar yuan pada awal September, menurut Reuters.
"Kami tidak dapat meminjamkan dalam yuan, karena kami tidak memiliki apa-apa untuk menutupi posisi mata uang asing kami," kata German Gref, CEO pemberi pinjaman Rusia Sberbank, pada sebuah forum ekonomi awal bulan ini.
Untuk saat ini, pengeluaran dalam situasi perang Rusia serta ekspor minyak ke China dan India telah membantu menopang ekonomi Rusia secara keseluruhan. Tetapi kombinasi pabrik yang sibuk dan kekurangan tenaga kerja karena mobilisasi militer telah memicu lonjakan inflasi. Sementara itu, Rusia menderita akibat krisis populasi yang meningkat.
Para peneliti yang dipimpin oleh Jeffrey Sonnenfeld dari Yale memperingatkan, pada bulan Agustus bahwa data PDB yang tampaknya kuat menutupi masalah yang lebih dalam di ekonomi.
"Sementara industri pertahanan, konsumen Rusia yang semakin terbebani dengan utang, berpotensi menjadi panggung untuk krisis yang membayangi," tulis mereka.
"Fokus yang berlebihan pada pengeluaran militer menekan investasi produktif di sektor ekonomi lainnya, menghambat prospek pertumbuhan dan inovasi jangka panjang," terangnya.
"Kami tidak dapat meminjamkan dalam yuan, karena kami tidak memiliki apa-apa untuk menutupi posisi mata uang asing kami," kata German Gref, CEO pemberi pinjaman Rusia Sberbank, pada sebuah forum ekonomi awal bulan ini.
Untuk saat ini, pengeluaran dalam situasi perang Rusia serta ekspor minyak ke China dan India telah membantu menopang ekonomi Rusia secara keseluruhan. Tetapi kombinasi pabrik yang sibuk dan kekurangan tenaga kerja karena mobilisasi militer telah memicu lonjakan inflasi. Sementara itu, Rusia menderita akibat krisis populasi yang meningkat.
Para peneliti yang dipimpin oleh Jeffrey Sonnenfeld dari Yale memperingatkan, pada bulan Agustus bahwa data PDB yang tampaknya kuat menutupi masalah yang lebih dalam di ekonomi.
"Sementara industri pertahanan, konsumen Rusia yang semakin terbebani dengan utang, berpotensi menjadi panggung untuk krisis yang membayangi," tulis mereka.
"Fokus yang berlebihan pada pengeluaran militer menekan investasi produktif di sektor ekonomi lainnya, menghambat prospek pertumbuhan dan inovasi jangka panjang," terangnya.
(akr)
Lihat Juga :