Menteri Saudi Memperingatkan OPEC Plus: Harga Minyak Bisa Anjlok Jadi USD50 per Barel
Kamis, 03 Oktober 2024 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu pasar minyak mentah mengalami lonjakan pada pekan ini seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, karena serangan darat Israel ke Lebanon memicu serangan rudal dari Iran.
Meskipun ada kekhawatiran bahwa memanasnya Timur Tengah akan mengganggu produksi regional, namun diyakini ketegangan geopolitik memiliki dampak terbatas pada minyak mentah tahun ini. Sebaliknya harga minyak merosot karena permintaan yang memudar dan kelebihan pasokan yang berlebihan, mendorong Brent turun 16% sejak posisi puncaknya di bulan April.
Terlepas dari upaya OPEC untuk menjaga harga tetap tinggi dengan memangkas produksi. Meskipun banyak pemotongan produksi telah diumumkan sejak pertengahan 2023, hal itu disebut hanya merugikan pangsa pasar koalisi, tanpa menahan harga.
Bagian dari masalahnya adalah bahwa anggota OPEC tidak berpegang teguh pada pemotongan yang dijanjikan mereka. Menteri Saudi menyoroti Irak, yang melampaui kuotanya sebesar 400.000 barel per hari pada bulan Agustus, menurut data S&P Global Ratings. Lalu ada Kazakhstan, yang memproduksi lebih banyak 120.000 barel per hari.
Meskipun ekonomi Arab Saudi bergantung pada harga yang lebih tinggi, sebuah laporan dari pekan lalu menunjukkan bahwa kerajaan kemungkinan siap untuk meningkatkan produksi minyaknya dan meningkatkan pangsa pasarnya.
Meskipun ada kekhawatiran bahwa memanasnya Timur Tengah akan mengganggu produksi regional, namun diyakini ketegangan geopolitik memiliki dampak terbatas pada minyak mentah tahun ini. Sebaliknya harga minyak merosot karena permintaan yang memudar dan kelebihan pasokan yang berlebihan, mendorong Brent turun 16% sejak posisi puncaknya di bulan April.
Terlepas dari upaya OPEC untuk menjaga harga tetap tinggi dengan memangkas produksi. Meskipun banyak pemotongan produksi telah diumumkan sejak pertengahan 2023, hal itu disebut hanya merugikan pangsa pasar koalisi, tanpa menahan harga.
Bagian dari masalahnya adalah bahwa anggota OPEC tidak berpegang teguh pada pemotongan yang dijanjikan mereka. Menteri Saudi menyoroti Irak, yang melampaui kuotanya sebesar 400.000 barel per hari pada bulan Agustus, menurut data S&P Global Ratings. Lalu ada Kazakhstan, yang memproduksi lebih banyak 120.000 barel per hari.
Meskipun ekonomi Arab Saudi bergantung pada harga yang lebih tinggi, sebuah laporan dari pekan lalu menunjukkan bahwa kerajaan kemungkinan siap untuk meningkatkan produksi minyaknya dan meningkatkan pangsa pasarnya.
Lihat Juga :