Mengenal Miliarder Mi Udon, Takaya Awata yang Kini Punya 2.000 Restoran di 28 Negara
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Laba bersih naik 48% menjadi 5,7 miliar yen, dibantu oleh pelemahan yen mendorong keuntungan yang direpatriasi dari cabang luar negeri. Tetapi saham Toridoll, diperdagangkan pada kelipatan pendapatan tinggi setelah pandemi, karena orang-orang kembali makan di luar, dimana tercatat terkoreksi 5% dalam 12 bulan terakhir.
Awata, yang menjadi miliarder tahun lalu dan mendapatkan tempat di jajaran 50 orang terkaya di Jepang, memiliki kekayaan bersih belum lama ini sebesar USD1,1 miliar atau setara Rp16,8 triliun (kurs Rp15.324 per USD).
Pada Maret 2028, Toridoll menargetkan, peningkatan laba bersih lebih dari tiga kali lipat dengan penjualan 420 miliar yen -di mana hampir setengahnya berasal dari luar Jepang. Ia menjelaskan, hal itu dapat dicapai dengan meningkat jumlah toko lebih dari dua kali lipat menjadi 4.900, di mana 3.000 di antaranya harus menjadi cabang luar negeri.
(Perusahaan memiliki semua kecuali empat dari hampir 1.100 toko domestiknya, sementara setengah dari 861 toko yang berada luar negeri dioperasikan sebagai waralaba atau usaha patungan.) Awata mengatakan, dia memperkirakan pendapatan luar negeri akan jauh lebih tinggi, mendekati 60% dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Mengandalkan brand Toridoll, atau yang dikenal sebagai Marugame Udon di luar Jepang, tercatat sudah memiliki 264 toko di luar negeri, pada beberapa lokasi yang jauh seperti Hawaii dan Phnom Penh.
Awata melayani selera lokal, dengan berbagai inovasi misalnya, kaldu pedas di Indonesia dan mangkuk udon dingin dengan salad hijau dan ayam goreng di AS. Terlepas dari rantai udon, portofolio perusahaan mencakup restoran yang menyajikan berbagai masakan, mulai dari jajanan jalanan Asia, ramen dan yakitori hingga beberapa hidangan Barat, termasuk pizza dan pancake.
Bagaimanapun, Awata yakin bahwa dia memiliki saus rahasia untuk membuatnya berhasil. "Kami telah banyak memikirkan cara menarik pelanggan," katanya. "Kami bekerja untuk menciptakan momen yang membuat mereka berpikir, 'Oh, itu terlihat bagus.'"
Awata, yang menjadi miliarder tahun lalu dan mendapatkan tempat di jajaran 50 orang terkaya di Jepang, memiliki kekayaan bersih belum lama ini sebesar USD1,1 miliar atau setara Rp16,8 triliun (kurs Rp15.324 per USD).
Pada Maret 2028, Toridoll menargetkan, peningkatan laba bersih lebih dari tiga kali lipat dengan penjualan 420 miliar yen -di mana hampir setengahnya berasal dari luar Jepang. Ia menjelaskan, hal itu dapat dicapai dengan meningkat jumlah toko lebih dari dua kali lipat menjadi 4.900, di mana 3.000 di antaranya harus menjadi cabang luar negeri.
(Perusahaan memiliki semua kecuali empat dari hampir 1.100 toko domestiknya, sementara setengah dari 861 toko yang berada luar negeri dioperasikan sebagai waralaba atau usaha patungan.) Awata mengatakan, dia memperkirakan pendapatan luar negeri akan jauh lebih tinggi, mendekati 60% dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Target Ekspansi
Toridoll memasang target menggandakan pendapatan menjadi 420 miliar yen dan menumbuhkan restoran baru menjadi 4.900, dengan 3.000 di luar negeri, dalam empat tahun ke depan.Mengandalkan brand Toridoll, atau yang dikenal sebagai Marugame Udon di luar Jepang, tercatat sudah memiliki 264 toko di luar negeri, pada beberapa lokasi yang jauh seperti Hawaii dan Phnom Penh.
Awata melayani selera lokal, dengan berbagai inovasi misalnya, kaldu pedas di Indonesia dan mangkuk udon dingin dengan salad hijau dan ayam goreng di AS. Terlepas dari rantai udon, portofolio perusahaan mencakup restoran yang menyajikan berbagai masakan, mulai dari jajanan jalanan Asia, ramen dan yakitori hingga beberapa hidangan Barat, termasuk pizza dan pancake.
Bagaimanapun, Awata yakin bahwa dia memiliki saus rahasia untuk membuatnya berhasil. "Kami telah banyak memikirkan cara menarik pelanggan," katanya. "Kami bekerja untuk menciptakan momen yang membuat mereka berpikir, 'Oh, itu terlihat bagus.'"
(akr)
Lihat Juga :