Emoh Campakkan Dolar, 1 Anggota BRICS Membelot ke AS

Rabu, 09 Oktober 2024 - 09:28 WIB
loading...
Emoh Campakkan Dolar,...
Para pemimpin China, Rusia dan India dalam sebuah pertemuan bilateral. FOTO/AP Photo/Flickr
A A A
JAKARTA - Anggota BRICS , India, membuat pengumuman besar tentang penggunaan dolar AS untuk perdagangan dan transaksi global. Pengumuman besar ini muncul ketika negara-negara berkembang ingin mengakhiri ketergantungan pada dolar AS untuk perdagangan lintas batas. Di tengah hiruk-pikuk dedolarisasi, India menegaskan bahwa mereka tidak akan secara aktif menargetkan dolar AS, dan ini bukan bagian dari kebijakan ekonomi nasional mereka.

Meskipun anggota-anggota BRICS memutuskan hubungan dengan dolar AS, India mengungkapkan bahwa mereka akan menyelesaikan perdagangan dengan menggunakan dolar AS. India tidak memiliki rencana untuk secara agresif mendorong agenda dedolarisasi dan akan menggunakan dolar AS untuk perdagangan dan transaksi global.

Baca Juga: Negara Berkembang Timbun Emas 800 Ton, Cadangan Devisa AS Anjlok di Bawah 60%

Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, mengkonfirmasi bahwa India tidak akan secara aktif menargetkan dolar AS. Namun, negara ini akan secara pasif mencari opsi-opsi mata uang alternatif untuk menyelesaikan perdagangan dengan negara-negara yang tidak menerima dolar AS.

Oleh karena itu, India akan membayar dengan mata uang lokal untuk anggota-anggota BRICS seperti Rusia dan China, antara lain, dan bukan dengan dolar AS. Dengan negara-negara lain, USD akan menjadi cara pembayaran pertama.

"Apa yang akan saya sampaikan adalah kekhawatiran yang wajar di sana. Kami sering kali memiliki mitra dagang yang tidak memiliki dolar untuk diambil. Jadi, kami sekarang harus melihat apakah kami tidak melakukan transaksi dengan mereka atau apakah kami menemukan beberapa penyelesaian yang berhasil. Jadi, tidak ada, saya dapat mengatakan niat jahat terhadap dolar AS dalam bisnis. Kami mencoba untuk melakukan bisnis kami," kata Jaishankar, dilansir dari Watcher Guru, Rabu (9/10/2024).

Baca Juga: Eks Jenderal AS: Israel Tak Miliki Kemampuan Khusus Jangkau Nuklir Iran

Pernyataan Menteri Luar Negeri ini muncul ketika India bersiap untuk menghadiri pertemuan BRICS. "Kami tidak pernah secara aktif menargetkan dolar AS. Hal ini bukanlah bagian dari kebijakan ekonomi atau kebijakan politik atau strategis kami. Beberapa negara lain mungkin pernah melakukannya,” ungkapnya. Sementara, KTT BRICS ke-16 dijadwalkan akan berlangsung di wilayah Kazan, Rusia pada 22-24 Oktober 2024.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Berita Terkini
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved