China Mulai Balas Dendam ke Eropa, Tarif Impor Brendi Berlaku 11 Oktober

Rabu, 09 Oktober 2024 - 19:55 WIB
loading...
China Mulai Balas Dendam...
Sebagai balas dendam atas tarif mobil listrik, China memberlakukan tarif sementara pada brendi asal Uni Eropa, yang resmi diterapkan pada 11 Oktober 2024, mendatang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - China memberlakukan tarif sementara pada brendi asal Uni Eropa, yang resmi diterapkan pada11 Oktober 2024, mendatang. Tarif impor Brendi menjadi cara China melakukan balas dendam terhadap Uni Eropa , setelah negara-negara Benua Biru mendukung bea masuk pada mobil listrik buatan China.

Baca Juga: China Balas Dendam, Mobil Listrik Dibalas Impor Brendi dari Eropa

Retribusi anti-dumping pada minuman keras yang diimpor dari Uni Eropa akan berkisar antara 30,6% hingga 39,0% dan akan diterapkan pada 11 Oktober 2024, mendatang. Kepastian ini disampaikan oleh Kementerian Perdagangan China pada, Selasa (8/10) kemarin.

Pada Januari, Kementerian Perdagangan China meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor brendi Uni Eropa. Selanjutnya Kementerian mengumumkan pada bulan Agustus bahwa menurut temuan awal, produsen Eropa menjual barang-barang mereka di China di bawah harga pasar, yang dinilai berpotensi menimbulkan "kerusakan substansial" bagi produsen domestik.

China Mulai Balas Dendam ke Eropa, Tarif Impor Brendi Berlaku 11 Oktober


Selain itu Anti-dumping juga diluncurkan terhadap daging babi dan produk susu yang diimpor dari Uni Eropa. Investigasi dilakukan ketika Brussels memulai penyelidikannya sendiri terhadap kendaraan listrik baterai (BEV) buatan China tahun lalu, yang secara luas digambarkan sebagai perang dagang antara Beijing dan Brussels.

Brand-brand Prancis menyumbang 99% dari impor brendi China tahun lalu, dengan pengiriman mencapai USD1,7 miliar, menurut Reuters. Importir Hennessy dan Remy Martin harus membayar uang jaminan masing-masing sebesar 39,0% dan 38,1%, kata agensi tersebut.

Sebagaimana diketahui, Prancis adalah salah satu dari sepuluh negara anggota Uni Eropa yang memberikan suara mendukung pungutan terhadap mobil listrik buatan China. Kebijakan tarif bea impor bakal menjadi hantaman bagi sejumpah perusahaan Prancis, hal itu lantaran sejumlah cognac kemungkinan menjadi sulit untuk dijual di tempat lain.

Saham penyuling cognac asal Eropa turun setelah pengumuman pada hari Selasa, dengan saham Remy Cointreau, pembuat cognac Remy Martin, ambles sebesar 7,7% di awal perdagangan, menurut Wall Street Journal.

Komisi Eropa mengumumkan pekan lalu bahwa keputusan mengenakan tarif hingga 35,3% pada mobil listrik buatan China telah menerima dukungan yang diperlukan dari negara-negara anggota Uni Eropa.

Baca Juga: Perang Dagang Eropa-China Memanas, Mobil Listrik Dibalas Babi

Retribusi baru, yang diperkirakan mulai berlaku pada akhir Oktober, akan lebih tinggi di atas bea masuk standar 10% Uni Eropa untuk mobil. Brussels berpendapat bahwa tarif tersebut diperlukan untuk melindungi pembuat mobil Eropa dari persaingan tidak sehat, karena mengklaim perusahaan China mendapat manfaat dari subsidi negara.

Jerman, sebagai produsen mobil utama bersama dengan Hongaria, menyuarakan keberatannya terhadap kebijakan tarif tinggi. Mereka memperingatkan efek " perang dagang " dan menyerukan solusi yang bisa dinegosiasikan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Rekomendasi
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Infografis
Preview Piala Eropa...
Preview Piala Eropa 2020: The Three Lions Ingin Balas Dendam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved