Investor China Berharap Stimulus Baru Rp4.378 Triliun Cair Pekan Ini
Rabu, 16 Oktober 2024 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian dari stimulus diperkirakan akan menargetkan konsumsi, yang telah menjadi titik lemah dalam pemulihan pasca-pandemi China. Responden mengatakan, langkah-langkah tersebut mungkin termasuk: lebih banyak subsidi untuk kelompok, seperti lansia dan orang miskin.
Voucher konsumsi, lebih banyak dukungan terhadap keluarga dengan anak-anak, jaring pengaman sosial yang lebih besar, ditambah serta lebih banyak subsidi untuk membeli barang konsumsi.
Baca Juga: Yen Stabil, Dolar AS Tergelincir Buntut China Bakal Guyur Stimulus
Meningkatkan konsumsi akan membantu menyeimbangkan kembali ekonomi dan mengurangi ketergantungannya pada ekspor untuk mendorong pertumbuhan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan, meskipun Beijing telah menahan diri dari pemberian langsung dalam skala besar-besaran karena kekhawatiran atas apa yang disebutnya "welfarisme."
China biasanya mengandalkan investasi infrastruktur untuk mengangkat ekonomi keluar dari penurunan di masa lalu. Tetapi kejenuhan infrastruktur setelah beberapa dekade urbanisasi berarti membuang uang ke sektor ini mungkin kurang efektif dalam memacu pertumbuhan ekonomi untuk kali ini.
Voucher konsumsi, lebih banyak dukungan terhadap keluarga dengan anak-anak, jaring pengaman sosial yang lebih besar, ditambah serta lebih banyak subsidi untuk membeli barang konsumsi.
Baca Juga: Yen Stabil, Dolar AS Tergelincir Buntut China Bakal Guyur Stimulus
Meningkatkan konsumsi akan membantu menyeimbangkan kembali ekonomi dan mengurangi ketergantungannya pada ekspor untuk mendorong pertumbuhan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan, meskipun Beijing telah menahan diri dari pemberian langsung dalam skala besar-besaran karena kekhawatiran atas apa yang disebutnya "welfarisme."
China biasanya mengandalkan investasi infrastruktur untuk mengangkat ekonomi keluar dari penurunan di masa lalu. Tetapi kejenuhan infrastruktur setelah beberapa dekade urbanisasi berarti membuang uang ke sektor ini mungkin kurang efektif dalam memacu pertumbuhan ekonomi untuk kali ini.
(akr)
Lihat Juga :