Penulis Why Nations Fail Raih Nobel Ekonomi 2024, Ini Profilnya

Rabu, 16 Oktober 2024 - 12:32 WIB
loading...
A A A
Sementara terkait dengan penghargaan ini, Acemoglu mengaku terkejut dan kaget. “Anda tidak pernah mengharapkan sesuatu seperti ini,” katanya.

Acemoğlu (57 tahun), dan Johnson (61 tahun), keduanya adalah profesor di Massachusetts Institute of Technology, di Cambridge, AS. Bersama-sama, mereka ikut menulis sebuah buku tahun lalu, berjudul Power and Progress: Our Thousand-Year Struggle Over Technology and Prosperity.

Johnson juga dikenal usai sempat bertugas secara singkat di Dana Moneter Internasional (IMF) dari Maret 2007 hingga Agustus 2008.

Selanjutnya ada Robinson (64) yang merupakan, seorang profesor di University of Chicago, menulis sebuah buku dengan Acemoğlu – Why Nations Fail: the Origins of Power, Prosperity and Poverty– yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2012.

Baca Juga: Menyita Aset Rusia Akan Jadi Bencana buat Dolar AS, Peraih Nobel Ekonomi Memperingatkan

Penghargaan ekonomi ini secara resmi dikenal sebagai Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk Mengenang Alfred Nobel. Bank sentral tersebut mendirikannya pada tahun 1968 untuk mengenang Nobel, pengusaha dan ahli kimia Swedia abad ke-19 yang menemukan dinamit dan mendirikan lima Hadiah Nobel.

Meskipun mereka yang mempertahankan tradisi Nobel menekankan bahwa penghargaan ekonomi secara teknis bukanlah Penghargaan Nobel, penghargaan ini selalu diberikan bersama dengan penghargaan lainnya pada tanggal 10 Desember, yaitu hari ulang tahun wafatnya Nobel pada tahun 1896. Penghargaan Nobel diumumkan minggu lalu untuk bidang kedokteran, fisika, kimia, sastra, dan perdamaian.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan...
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40% Ekonomi Dunia di 2025
Bos Bank Dunia Peringatkan...
Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Polemik Peneliti Pakai...
Polemik Peneliti Pakai Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, DPR Dorong Investigasi
Rekomendasi
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved