Penulis Why Nations Fail Raih Nobel Ekonomi 2024, Ini Profilnya

Rabu, 16 Oktober 2024 - 12:32 WIB
loading...
A A A
“Mengurangi kesenjangan pendapatan yang sangat besar di antara -negara negara merupakan salah satu tantangan terbesar saat ini. Para pemenang telah menunjukkan pentingnya lembaga-lembaga masyarakat untuk mencapai hal ini,” kata Jakob Svensson, Ketua Komite Penghargaan dalam Ilmu Ekonomi.

Dalam penelitian juga dipaparkan mengalami penyebab mengapa suatu negara gagal atau berhasil. "Para pemenang menunjukkan tempat-tempat yang relatif kaya pada masa penjajahan, sekarang termasuk yang termiskin," kata pengumuman hadiah Nobel.

"Ini adalah alasan penting mengapa bekas koloni yang dulunya kaya sekarang miskin, dan sebaliknya," tambahnya.

Acemoğlu, berbicara pada konferensi pers setelah dinobatkan sebagai salah satu pemenang hadiah, mengatakan: "Daripada bertanya apakah kolonialisme itu baik atau buruk, kami mencatat bahwa strategi kolonial yang berbeda telah menyebabkan pola kelembagaan yang berbeda dari waktu ke waktu. Secara umum, pekerjaan yang telah kami lakukan mendukung demokrasi."

Contoh penelitian yang menarik perhatian para juri mencakup nasib Meksiko dan AS yang kontras sejak penjajahan. Spanyol menggunakan penindasan pada abad ke-16 untuk menjarah kekaisaran Aztec Meksiko, sedangkan kurang padat penduduk di utara menarik lebih banyak pemukim ke AS, yang mengarah ke sistem pemerintahan yang lebih demokratis.

Sedangkan daerah yang menjadi Meksiko lebih kaya daripada AS pada saat penjajahan, hari ini AS lebih makmur.

Namun, para akademisi mengatakan efek penjajahan dapat dibalikkan jika sebuah negara dapat "membebaskan diri dari institusi warisannya untuk membangun demokrasi dan supremasi hukum. Dalam jangka panjang, perubahan ini juga mengarah pada pengurangan kemiskinan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan...
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40% Ekonomi Dunia di 2025
Bos Bank Dunia Peringatkan...
Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Polemik Peneliti Pakai...
Polemik Peneliti Pakai Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, DPR Dorong Investigasi
Rekomendasi
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Berita Terkini
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved