Pasar Batu Bara Tidak Kebal Terhadap Dampak Pandemi

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 23:28 WIB
loading...
Pasar Batu Bara Tidak...
Tidak dapat memungkiri bahwa kinerja Adaro pada semester I 2020 tidak kebal dari dampak penurunan permintaan batu bara yang terjadi karena wabah COVID-19. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Walaupun perlambatan ekonomi global serta penurunan aktivitas industri memberi tekanan yang besar terhadap permintaan maupun harga batu bara , PT Adaro Energy Tbk berhasil mencapai hasil yang membuktikan upaya maksimal untuk mempertahankan kinerja dan likuiditas yang tinggi di tengah tantangan makro dan industri yang sedang dihadapi.

(Baca Juga: Rhenald Kasali: Krisis Merupakan Energi Besar untuk Transformasi )

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Garibaldi Thohir PT Adaro Energy Tbk menuturkan, tidak dapat memungkiri bahwa kinerja Adaro pada semester I 2020 tidak kebal dari dampak penurunan permintaan batu bara yang terjadi karena wabah COVID-19.

"Namun, kami tetap memaksimalkan upaya untuk terus berfokus pada keunggulan operasional bisnis inti perusahaan, meningkatkan efisiensi dan produktifitas operasi, menjaga kas, dan mempertahankan posisi keuangan yang solid di tengah situasi sulit yang berdampak terhadap sebagian besar dunia usaha," katanya saat paparan publik secara virtual di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Walaupun masih harus menghadapi tantangan ini untuk beberapa saat ke depan, perseroan tetap yakin bahwa fundamental sektor batu bara dan energi di jangka panjang tetap kokoh, terutama karena dukungan aktivitas pembangunan di negara-negara Asia.

(Baca Juga: Agustus 2020, Harga Batu Bara Acuan Turun 3,49% Jadi US50,34 )

Pada semester I 2020, perseroan mencatat penurunan pendapatan sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang terutama diakibatkan oleh penurunan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 18% serta penurunan volume penjualan.

"Lockdown yang diterapkan banyak negara pengimpor batu bara untuk mengatasi COVID-19 mengakibatkan penurunan terhadap permintaan listrik industri, yang disusul oleh penurunan permintaan batu bara pada semester I 2020," ungkap dia.

Pada periode ini, volume produksi batu bara AE tercatat mencapai 27,29 juta ton, yang setara dengan penurunan 4% year-on-year (y-o-y) dibandingkan semester I 2019. Karena kondisi pasar yang sulit, pihaknya telah merevisi panduan produksinya untuk tahun ini menjadi 52-54 juta ton.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
Harga Batu Bara Acuan...
Harga Batu Bara Acuan Periode II Juli Naik Lagi, Kini Jadi USD131,85 per Ton
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Polisi Ungkap Dugaan...
Polisi Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Batu Bara, 3 Orang Jadi Tersangka
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
Rekomendasi
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved