Membalikkan Kerugian Rp261 Miliar, Hero Supermarket Ditopang Guardian Health and Beauty
Minggu, 10 November 2024 - 08:25 WIB
loading...
Kinerja keuangan Hero Supermarket dalam sembilan bulan tahun 2024 Ini didorong oleh pertumbuhan laba di bisnis Guardian Health and Beauty serta penghematan biaya yang berhasil dilakukan di IKEA. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT. Hero Supermarket Tbk membeberkan kinerja keuangan sembilan bulan, per 30 September 2024. Hasilnya, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3.380 miliar untuk sembilan bulan pertama, meningkat 3% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
Presiden Direktur Hero Supermarket (HERO), Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan, laba dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp24 miliar, membalikkan kerugian Rp261 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ini didorong oleh pertumbuhan laba di bisnis Guardian Health and Beauty serta penghematan biaya yang berhasil dilakukan di IKEA.
Baca Juga: Belanja di Supermarket, tapi Tidak Perlu ke Supermarket
"Total laba yang dibukukan untuk periode tersebut termasuk dari keuntungan divestasi operasi Hero Supermarket dan penjualan properti non-inti yang mencapai Rp184 miliar, naik dari Rp19 miliar pada tahun sebelumnya," kata Hadrianus Wahyu, Kamis (31/10).
Hadrianus Wahyu melanjutkan, Guardian Health and Beauty terus menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan dua digit dalam penjualan yang sebanding dan peningkatan laba yang solid selama periode ini.
"Peningkatan kunjungan di mal premium dan lokasi wisata serta optimasi rentang produk, menjadi kunci keberhasilan segmen ini. Selain itu, Guardian juga memperluas kehadiran omnichannel untuk meningkatkan aksesibilitas pelanggan," tandanya.
Meskipun penjualan IKEA, lanjut dia, mengalami penurunan akibat penurunan kunjungan ke toko, namun perseroan berhasil mengurangi kerugian secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu melalui berbagai inisiatif penghematan biaya yang efektif.
Presiden Direktur Hero Supermarket (HERO), Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan, laba dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp24 miliar, membalikkan kerugian Rp261 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ini didorong oleh pertumbuhan laba di bisnis Guardian Health and Beauty serta penghematan biaya yang berhasil dilakukan di IKEA.
Baca Juga: Belanja di Supermarket, tapi Tidak Perlu ke Supermarket
"Total laba yang dibukukan untuk periode tersebut termasuk dari keuntungan divestasi operasi Hero Supermarket dan penjualan properti non-inti yang mencapai Rp184 miliar, naik dari Rp19 miliar pada tahun sebelumnya," kata Hadrianus Wahyu, Kamis (31/10).
Hadrianus Wahyu melanjutkan, Guardian Health and Beauty terus menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan dua digit dalam penjualan yang sebanding dan peningkatan laba yang solid selama periode ini.
"Peningkatan kunjungan di mal premium dan lokasi wisata serta optimasi rentang produk, menjadi kunci keberhasilan segmen ini. Selain itu, Guardian juga memperluas kehadiran omnichannel untuk meningkatkan aksesibilitas pelanggan," tandanya.
Meskipun penjualan IKEA, lanjut dia, mengalami penurunan akibat penurunan kunjungan ke toko, namun perseroan berhasil mengurangi kerugian secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu melalui berbagai inisiatif penghematan biaya yang efektif.
Lihat Juga :