Balas Dendam China ke Uni Eropa lewat Brendi Mulai Berjalan, Apa Selanjutnya?
Selasa, 12 November 2024 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
Prancis – produsen brendi terkemuka Eropa – menggambarkan apa yang dilakukan China sebagai tindakan politis, yang dirancang untuk menempatkan Uni Eropa di bawah tekanan setelah memberlakukan tarif tinggi pada mobil listrik China atas klaim persaingan tidak sehat.
"Pengumuman tambahan" hari Senin tidak mengatakan kapan langkah-langkah sementara terbaru itu akan berakhir.
Sebagai informasi China melakukan penyelidikan pada Januari terhadap brendi yang diimpor dari UE setelah blok tersebut melakukan penyelidikan terhadap subsidi EV China.
Uni Eropa pada bulan lalu memutuskan untuk memberlakukan tarif tambahan pada mobil listrik buatan China setelah penyelidikan anti-subsidi menyimpulkan subsidi negara yang diberikan Beijing dinilai tidak adil dan melemahkan pembuat mobil Eropa.
Sementara itu China mengimpor lebih banyak brendi daripada minuman beralkohol lainnya pada tahun 2022, dengan sebagian besar berasal dari Prancis, menurut sebuah laporan oleh kelompok penelitian Daxue Consulting.
Produsen cognac Prancis telah meminta kepada Paris untuk mengakhiri konflik dagang, dengan menggambarkan diri mereka sebagai "sandera".
"Pengumuman tambahan" hari Senin tidak mengatakan kapan langkah-langkah sementara terbaru itu akan berakhir.
Sebagai informasi China melakukan penyelidikan pada Januari terhadap brendi yang diimpor dari UE setelah blok tersebut melakukan penyelidikan terhadap subsidi EV China.
Uni Eropa pada bulan lalu memutuskan untuk memberlakukan tarif tambahan pada mobil listrik buatan China setelah penyelidikan anti-subsidi menyimpulkan subsidi negara yang diberikan Beijing dinilai tidak adil dan melemahkan pembuat mobil Eropa.
Sementara itu China mengimpor lebih banyak brendi daripada minuman beralkohol lainnya pada tahun 2022, dengan sebagian besar berasal dari Prancis, menurut sebuah laporan oleh kelompok penelitian Daxue Consulting.
Produsen cognac Prancis telah meminta kepada Paris untuk mengakhiri konflik dagang, dengan menggambarkan diri mereka sebagai "sandera".
Lihat Juga :