Akses LPDB-KUMKM, KWSG Gresik Tingkatkan Layanan melalui Digitalisasi Bisnis
Rabu, 13 November 2024 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Agus menambahkan, guna meningkatkan produktivitas usaha dan mencegah terjadinya gagal bayar, Koperasi Konsumen Warga Semen Gresik selalu berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan baik transaksional, tata kelola, maupun mitigasi risiko. Di antaranya melalui MoU, sistem plafond kredit, jaminan, tata kelola cash flow yang baik, serta kerja sama dengan biro informasi kredit.
“Sedangkan untuk pembiayaan kepada anggota, KWSG melakukan MoU dengan Instansi (Perusahaan) tempat anggota bekerja dalam membayar angsuran melalui potong gaji dan dicover oleh jaminan asuransi. Dengan menjalankan SOP tersebut, KWSG hingga saat ini tidak pernah mengalami gagal bayar dan tercatat memiliki kolektabilitas pembiayaan yang baik,” ujar Agus.
Maksimalkan Layanan
Koperasi yang berdiri pada tahun 1963, saat ini telah menerapkan sistem aplikasi digital untuk anggota maupun kegiatan bisnis. Di antaranya, aplikasi untuk layanan kepada anggota yaitu kartu anggota digital, yang berfungsi sebagai kartu belanja, penukaran SHU anggota dan informasi saldo simpanan dan pinjaman anggota pada aplikasi SIC Prosperity berbasis Android dan IOS.
“Selain itu, aplikasi digital untuk operasional perusahaan di antaranya, program aplikasi untuk seluruh operasional bisnis, program SIFINA yang berintegrasi sistem aplikasi akuntansi dan keuangan, dan program FUNTASTIC untuk mencatat transaksi pelanggan dan point reward," kata Agus.
Selain itu ada pula program VISIT SALES untuk kunjungan sales ke toko pelanggan, program CHAMPIONSHIP sebagai program perhitungan poin reward sales, program aplikasi AsSICtant untuk penagihan, pengajuan penambahan plafon kredit pelanggan dan biaya operasional unit, presensi pegawai berbasis web-based mobile, serta program SIPANDU untuk arsip digital.
Digitalisasi dan teknologi yang diterapkan KWSG dengan menggunakan server internal dan cloud security berfungsi sebagai pengamanan aplikasi dan perlindungan data anggota (data lose prevention). Selain inovasi digitalisasi, tambah Agus, KWSG juga mendapatkan pembinaan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Diskoperindag Kabupaten Gresik, Dekopinda Gresik, dan DiskopUKM Provinsi Jawa Timur.
Masa Depan Koperasi
Agus menuturkan, kehadiran LPDB-KUMKM sangat diharapkan dan ditunggu oleh masyarakat khususnya pelaku usaha koperasi. Dana bergulir LPDB-KUMKM diharapkan dapat terus berlanjut dengan menawarkan margin yang lebih kompetitif dan tenor pembiayaan yang lebih panjang.
“Sedangkan untuk pembiayaan kepada anggota, KWSG melakukan MoU dengan Instansi (Perusahaan) tempat anggota bekerja dalam membayar angsuran melalui potong gaji dan dicover oleh jaminan asuransi. Dengan menjalankan SOP tersebut, KWSG hingga saat ini tidak pernah mengalami gagal bayar dan tercatat memiliki kolektabilitas pembiayaan yang baik,” ujar Agus.
Maksimalkan Layanan
Koperasi yang berdiri pada tahun 1963, saat ini telah menerapkan sistem aplikasi digital untuk anggota maupun kegiatan bisnis. Di antaranya, aplikasi untuk layanan kepada anggota yaitu kartu anggota digital, yang berfungsi sebagai kartu belanja, penukaran SHU anggota dan informasi saldo simpanan dan pinjaman anggota pada aplikasi SIC Prosperity berbasis Android dan IOS.
“Selain itu, aplikasi digital untuk operasional perusahaan di antaranya, program aplikasi untuk seluruh operasional bisnis, program SIFINA yang berintegrasi sistem aplikasi akuntansi dan keuangan, dan program FUNTASTIC untuk mencatat transaksi pelanggan dan point reward," kata Agus.
Selain itu ada pula program VISIT SALES untuk kunjungan sales ke toko pelanggan, program CHAMPIONSHIP sebagai program perhitungan poin reward sales, program aplikasi AsSICtant untuk penagihan, pengajuan penambahan plafon kredit pelanggan dan biaya operasional unit, presensi pegawai berbasis web-based mobile, serta program SIPANDU untuk arsip digital.
Digitalisasi dan teknologi yang diterapkan KWSG dengan menggunakan server internal dan cloud security berfungsi sebagai pengamanan aplikasi dan perlindungan data anggota (data lose prevention). Selain inovasi digitalisasi, tambah Agus, KWSG juga mendapatkan pembinaan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Diskoperindag Kabupaten Gresik, Dekopinda Gresik, dan DiskopUKM Provinsi Jawa Timur.
Masa Depan Koperasi
Agus menuturkan, kehadiran LPDB-KUMKM sangat diharapkan dan ditunggu oleh masyarakat khususnya pelaku usaha koperasi. Dana bergulir LPDB-KUMKM diharapkan dapat terus berlanjut dengan menawarkan margin yang lebih kompetitif dan tenor pembiayaan yang lebih panjang.
Lihat Juga :