APP Group di COP 29: Mengarahkan Transisi Energi Menuju Masa Depan Hijau
Kamis, 14 November 2024 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Ketua Kadin Net Zero Hub, Dharsono Hartono turut membahas upaya Kadin dalam mendukung UMKM dan industri padat modal melakukan dekarbonisasi. “Kadin mendukung perusahaan, terutama sektor UMKM, untuk bergerak menuju ekonomi hijau. Dengan pemerintahan baru, kami berharap pertumbuhan ekonomi dapat merata melalui peningkatan literasi perbankan,” jelas Dharsono.
Panel diskusi tersebut juga diramaikan oleh pembicara lainnya yaitu Geoffrey Seeto, Senior Managing Director di New Forests dan Clea Kaske-Kuck, Direktur Kebijakan di WBCSD.
Dalam penjelasannya, Elim Sritaba juga menyoroti bahwa transisi energi yang dilakukan APP mencakup effiensi dan menambah pemakaian biomassa untuk menurunkan emisi, memastikan pasokan biomassa terkontrol serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan untuk mendukung daya serap karbon alami.
“Pentingnya menghitung risiko dan membuat rencana lebih teliti sehingga upaya dekarbonisasi bisa terus diupayakan, meskipun investasi diperlukan demi menuju industri yang lebih hijau dan secara berkesinambungan melakukan upaya konservasi dan perlindungan hutan untuk penyerapan karbon,” ujar Elim.
Sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi, APP juga telah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui penggunaan biomassa dan panel surya, di antaranya di fasilitas pabrik Indah Kiat dan Tjiwi Kimia, serta OKI yang 98% energinya berasal dari sumber terbarukan.
“Peningkatan efisiensi mesin pembakaran yang sudah berumur sedang dianalisa untuk mencari peluang dalam penurunan emisi karbon dalam proses peningkatan kontribusi energi terbarukan,” lanjut Elim.
Panel diskusi tersebut juga diramaikan oleh pembicara lainnya yaitu Geoffrey Seeto, Senior Managing Director di New Forests dan Clea Kaske-Kuck, Direktur Kebijakan di WBCSD.
Dalam penjelasannya, Elim Sritaba juga menyoroti bahwa transisi energi yang dilakukan APP mencakup effiensi dan menambah pemakaian biomassa untuk menurunkan emisi, memastikan pasokan biomassa terkontrol serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan untuk mendukung daya serap karbon alami.
“Pentingnya menghitung risiko dan membuat rencana lebih teliti sehingga upaya dekarbonisasi bisa terus diupayakan, meskipun investasi diperlukan demi menuju industri yang lebih hijau dan secara berkesinambungan melakukan upaya konservasi dan perlindungan hutan untuk penyerapan karbon,” ujar Elim.
Sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi, APP juga telah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui penggunaan biomassa dan panel surya, di antaranya di fasilitas pabrik Indah Kiat dan Tjiwi Kimia, serta OKI yang 98% energinya berasal dari sumber terbarukan.
“Peningkatan efisiensi mesin pembakaran yang sudah berumur sedang dianalisa untuk mencari peluang dalam penurunan emisi karbon dalam proses peningkatan kontribusi energi terbarukan,” lanjut Elim.
Lihat Juga :