3 Alasan Ekonomi Rusia Tetap Tangguh 5 Tahun Lagi Meski Perang Berkepanjangan

Minggu, 17 November 2024 - 20:04 WIB
loading...
A A A
Meskipun pengeluaran pertahanan dan keamanan nasional kini mencapai 40% dari seluruh pengeluaran federal, laporan itu mencatat bahwa Kremlin memiliki opsi pembiayaan. Misalnya, Moskow memiliki "ruang yang sangat besar" dalam hal pinjaman domestik, mengingat bahwa 18,1% utang pemerintah Rusia terhadap PDB tidak signifikan menurut standar modern.

Baca Juga: Kapal Selam Nuklir AS Tersangkut di Jaring Kapal Nelayan Norwegia

Pada saat yang sama, pemerintah terus meningkatkan beban pajak bagi individu dan perusahaan. Tahun depan, tarif pajak penghasilan tetap yang sudah lama berlaku akan diganti dengan skala pajak progresif. Tarif pajak bisnis nominal akan mengalami kenaikan tahunan, setara dengan sekitar 1 poin persentase dari PDB antara tahun 2023 dan 2025.

3. Inflasi dan tenaga kerja bukan merupakan masalah

CASE mengakui bahwa lebih banyak pengeluaran dan upah yang lebih tinggi telah menciptakan inflasi yang dipicu, tetapi mengatakan bahwa hal ini seharusnya tidak menjadi ancaman besar. Karena pertumbuhan harga mencapai 8,54% di bulan Oktober, ini adalah kabar baik bagi Moskow, karena inflasi satu digit tidak akan memicu perlambatan. Sebaliknya, hal ini kemungkinan besar akan dianggap sebagai "normal baru".

Rusia juga dapat mengharapkan pengurangan tenaga kerja dari waktu ke waktu. Meskipun negara ini diperkirakan akan kehilangan sebanyak lima juta pekerja pada 2023, pengurangan jumlah tenaga kerja yang berlebihan di antara perusahaan dapat membebaskan 2 juta pekerja, menurut perkiraan CASE.

Laporan ini juga mengutip diskusi untuk mengurangi akses mudah ke pendidikan tinggi, dan berpotensi menjadikan perguruan tinggi teknik sebagai persyaratan. Perubahan kebijakan migrasi yang akan membawa lebih banyak tenaga kerja juga sedang diupayakan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Rekomendasi
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Wajib Menang!
Berita Terkini
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved