alexametrics

Sri Mulyani Masih Waspadai Gejolak Ekonomi Global di 2020

loading...
Sri Mulyani Masih Waspadai Gejolak Ekonomi Global di 2020
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menekan, masih mewaspadai gejolak ekonomi pada tahun 2020 meski diproyeksi oleh Bank Dunia akan ada sedikit perbaikan. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menekan, masih mewaspadai gejolak ekonomi pada tahun 2020 meski diproyeksi oleh Bank Dunia akan ada sedikit perbaikan. Diproyeksi sebelumnya oleh Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi global pada 2020 akan berada pada level 2,5% atau naik 0,1% dari proyeksi 2019.

Akan tetapi pemerintah masih akan waspada, lantaran lantaran hubungan Iran dengan Amerika Serikat (AS) membara. "Saya rasa kita semua menyikapi selalu dengan pemikiran di satu sisi optimisme jika melihat tahun 2018 dan 2019. Tapi ketidakpastian global itu akan tersistem dan gejolak ekonomi global," ujar Sri Mulyani di Kemenlu, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Lebih lanjut ditekankan olehnya akan tetap menjaga kondisi ekonomi domestik, dengan terus menggunakan instrumen fiskal yang ada dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020. "Kita gunakan instrumen fiskalnya untuk memperbaiki ekonominya," jelasnya.



Sebelumnya dalam laporan Prospek Ekonomi Global terbarunya, Bank Dunia memberi catatan bahwa pemulihan ekonomi di beberapa negara akan mendorong pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini. Hanya saja masih ada hambatan yang dapat menggagalkan peluang pertumbuhan ekonomi global tersebut.

Bank Dunia menyebutkan hambatan itu datang dari ketegangan perdagangan yang mereda dengan adanya perjanjian awal antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kemajuan damai dagang ini akan cepat menyebar di luar dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ini.

Lembaga ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2019 berada di 2,4% dan 2020 pada 2,5% seiring dengan pemulihan secara gradual dari perdagangan dan investasi. Pertumbuhan perdagangan global diperkirakan akan meningkat pada tahun 2020 menjadi 1,9% dari 1,4% pada tahun 2019.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak