Gelar Rapat ALB Pra-Rapimnas, Anindya Bakrie: Kami Ingin Belanja Masalah
Sabtu, 30 November 2024 - 19:40 WIB
loading...
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie rapat anggota luar biasa (ALB) Pra-Rapimnas Kadin, di Jakarta, Sabtu (30/11/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan tujuan besar dari perhelatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang diselenggarakan pada hari Minggu besok (1/12/2024).
Anindya mengatakan, perhelatan pra-rapimas yang menyertakan rapat anggota luar biasa (ALB) dengan asosiasi dan himpunan pengusaha dan rapat koordinasi wilayah (rakorwil) bersama Kadin Provinsi, sebagai upaya belanja masalah.
"Jadi masukan-masukan bapak dan ibu ini sangat-sangat penting untuk memastikan bahwa Kadin ini dapat memperjuangkan tadi, belanja masalah," ujar Anindya dalam paparannya, Sabtu (30/11/2024).
Baca Juga: Anindya Bakrie: Rapimnas Kadin 2024 Fokus Hasilkan Rekomendasi untuk Pemerintah
Perhelatan pra maupun Rapimnas yang diselenggarakan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta sebagai bentuk rapat pemegang saham dari Kadin se-Indonesia.
"Dan hari ini bisa dinamakan pra-rapimnas yang mulainya dengan Forum Anggota Luar Biasa. Kenapa? Karena memang Anggota Luar Biasa adalah salah satu dari dua pemegang saham Kadin atau pemangku kepentingan Kadin," katanya.
"Baru nanti pemegang saham satunya lagi adalah Kadin Provinsi, kita akan melaksanakan rakorwil di sore hari," terang Anindya.
Tujuan belanja masalah tersebut, lanjut Anindya, adalah upaya Kadin yang berperan sebagai mitra strategis pemerintah. Namun tetap dengan landasan pengentasan kemiskinan hingga 0% dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
Anindya bahkan menyebutkan bagaimana pengalamannya mendampingi Presiden Prabowo saat berkeliling ke Beijing, China, Washington DC, Amerika, Lima, Peru untuk APEC dan juga Rio Brazil untuk G20 dan juga ke London, Inggris.
"Nah jadi yang saya baca dari paparan-paparan beliau di depan umum, diskusi-diskusi memang beliau sangat serius untuk menuntaskan kemiskinan, menghilangkan kelaparan dari bumi Indonesia ini," terang Anindya.
Sebelumnya, Anindya sempat menjelaskan hari pertama Rapimnas yang dihelat nantinya diawali dengan rapat koordinasi wilayah (Rakorwil). Dalam rakorwil tersebut, perwakilan Kadin di 38 provinsi akan diberi kesempatan untuk memberikan masukan.
Selain itu, Rapimnas juga akan menyertakan rapat koordinasi Anggota Luar Biasa (ALB), yang melibatkan asosiasi dan himpunan untuk bicara.
"Pada hari Minggu baru Rapimnasnya. Rapimnas ini fokusnya adalah untuk mengentaskan kemiskinan, jadi 0 persen kemiskinan dan pertumbuhan 8 persen serta mencapai Indonesia Emas di 2045," terang Anindya di Menara Kadin, Jumat (29/11/2024).
Baca Juga:Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di China
Anindya melanjutkan, tiga fokus utama tersebut akan dibahas secara mendalam hingga di tataran teknis. Dia mengatakan, penbahasan tersebut juga dibarengi dengan pengalaman Kadin dalam kunjungan kenegaraan seperti China, Amerika, Peru, Brazil, Inggris, untuk menyasar pada isu sentral Kadin ke depannya.
"Satu, tentu yang paling penting bagaimana sekali lagi mengentaskan kemiskinan, menghilangkan kelaparan di Indonesia. Caranya adalah nomor dua, misalnya dengan investasi. Menguatkan ekspor-import. Hal-hal itu adalah caranya," katanya.
Anindya mengatakan, perhelatan pra-rapimas yang menyertakan rapat anggota luar biasa (ALB) dengan asosiasi dan himpunan pengusaha dan rapat koordinasi wilayah (rakorwil) bersama Kadin Provinsi, sebagai upaya belanja masalah.
"Jadi masukan-masukan bapak dan ibu ini sangat-sangat penting untuk memastikan bahwa Kadin ini dapat memperjuangkan tadi, belanja masalah," ujar Anindya dalam paparannya, Sabtu (30/11/2024).
Baca Juga: Anindya Bakrie: Rapimnas Kadin 2024 Fokus Hasilkan Rekomendasi untuk Pemerintah
Perhelatan pra maupun Rapimnas yang diselenggarakan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta sebagai bentuk rapat pemegang saham dari Kadin se-Indonesia.
"Dan hari ini bisa dinamakan pra-rapimnas yang mulainya dengan Forum Anggota Luar Biasa. Kenapa? Karena memang Anggota Luar Biasa adalah salah satu dari dua pemegang saham Kadin atau pemangku kepentingan Kadin," katanya.
"Baru nanti pemegang saham satunya lagi adalah Kadin Provinsi, kita akan melaksanakan rakorwil di sore hari," terang Anindya.
Tujuan belanja masalah tersebut, lanjut Anindya, adalah upaya Kadin yang berperan sebagai mitra strategis pemerintah. Namun tetap dengan landasan pengentasan kemiskinan hingga 0% dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
Anindya bahkan menyebutkan bagaimana pengalamannya mendampingi Presiden Prabowo saat berkeliling ke Beijing, China, Washington DC, Amerika, Lima, Peru untuk APEC dan juga Rio Brazil untuk G20 dan juga ke London, Inggris.
"Nah jadi yang saya baca dari paparan-paparan beliau di depan umum, diskusi-diskusi memang beliau sangat serius untuk menuntaskan kemiskinan, menghilangkan kelaparan dari bumi Indonesia ini," terang Anindya.
Sebelumnya, Anindya sempat menjelaskan hari pertama Rapimnas yang dihelat nantinya diawali dengan rapat koordinasi wilayah (Rakorwil). Dalam rakorwil tersebut, perwakilan Kadin di 38 provinsi akan diberi kesempatan untuk memberikan masukan.
Selain itu, Rapimnas juga akan menyertakan rapat koordinasi Anggota Luar Biasa (ALB), yang melibatkan asosiasi dan himpunan untuk bicara.
"Pada hari Minggu baru Rapimnasnya. Rapimnas ini fokusnya adalah untuk mengentaskan kemiskinan, jadi 0 persen kemiskinan dan pertumbuhan 8 persen serta mencapai Indonesia Emas di 2045," terang Anindya di Menara Kadin, Jumat (29/11/2024).
Baca Juga:Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di China
Anindya melanjutkan, tiga fokus utama tersebut akan dibahas secara mendalam hingga di tataran teknis. Dia mengatakan, penbahasan tersebut juga dibarengi dengan pengalaman Kadin dalam kunjungan kenegaraan seperti China, Amerika, Peru, Brazil, Inggris, untuk menyasar pada isu sentral Kadin ke depannya.
"Satu, tentu yang paling penting bagaimana sekali lagi mengentaskan kemiskinan, menghilangkan kelaparan di Indonesia. Caranya adalah nomor dua, misalnya dengan investasi. Menguatkan ekspor-import. Hal-hal itu adalah caranya," katanya.
(nng)
Lihat Juga :