alexametrics

Sri Mulyani Geram Ratusan Triliun Mengendap di Rekening Daerah

loading...
Sri Mulyani Geram Ratusan Triliun Mengendap di Rekening Daerah
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali mengeluhkan uang negara yang hanya mengendap di rekening kas umum daerah. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali mengeluhkan uang negara yang hanya mengendap di rekening kas umum daerah. Pasalnya tercatat sampai dengan November 2019, terpantau uang yang hanya mengendap di rekening daerah mencapai Rp186 triliun. Bahkan pada bulan-bulan sebelumnya, dikatakan hingga mencapai Rp220 triliun.

"Bulan-bulan sebelumnya sampai Rp220 triliun. Padahal setiap rupiah yang bisa dibelanjakan itu bisa untuk meningkatkan kualitas daerah," kata Menkeu Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komite 4 DPD RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Namun Menkeu tidak secara spesifik menyebutkan daerah-daerah mana saja yang menumpuk dananya di rekening. Namun ditegaskan Menkeuy, kondisi tersebut mayoritas berada di daerah-daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam. "Jadi di satu sisi kami rajin transfer sampai sana pindah akun bank saja, enggak terpakai. Ini jadi pemikiran kita," tegas dia.



Sri Mulyani menjelaskan, hingga akhir 2019, realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) telah mencapai Rp 811,3 triliun atau telah mencapai 98,1% dari target yang dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2019 sebesar Rp826,8 triliun. Namun lanjut dia, besaran dana tersebut masih mandek di rekening kas umum daerah mencapai Rp230 triliun dan belum dimanfaatkan sama sekali untuk program-program pembangunan daerah.

Ia pernah mengungkapkan juga bahwa alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi daerah atau desa, dalam bentuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa, seringkali berhenti pada rekening kas umum daerah. Alokasi anggaran tersebut belum dimanfaatkan dan masih menumpuk hingga saat ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak