alexametrics

Sri Mulyani Pastikan Daerah Kantongi Tambahan Dana Insentif

loading...
Sri Mulyani Pastikan Daerah Kantongi Tambahan Dana Insentif
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam perubahan postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020, dana insentif dari pemerintah pusat ke pemda akan mendapatkan tambahan. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah daerah (Pemda) turut mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Pasalnya, pemda memiliki peranan penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19.

(Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik Jadi Rp677,2 Triliun, Ini Rinciannya)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam perubahan postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020, dana insentif dari pemerintah pusat ke pemda akan mendapatkan tambahan sebesar Rp5 triliun serta dana alokasi khusus (DAK) fisik.



"Kita memasukkan di dalam postur APBN revisi dana insentif daerah tambahan sebesar Rp5 triliun serta dana alokasi khusus fisik untuk mendukung pemerintah daerah yang akan melakukan program-program swakelola padat karya yang menggunakan tenaga lokal," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (3/6/2020).

Dia mengatakam dalam program padat karya yang dilakukan di daerah-daerah bisa diselesaikan dalam kurun waktu lima bulan ke depan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2020. "Kami mengalokasikan Rp8,7 triliun," kata dia.

Selain itu, mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini menyampaikan bahwa dalam ratas tadi Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Keuangan untuk menaikkan fasilitas pinjaman ke pemda sebesar Rp1 triliun.

"Saat ini yang tadi dibahas Rp1 triliun, presiden untuk meminta kami membuat kajian mengenai kebutuhan pemerintah daerah yang menghadapi kondisi penerimaan asli daerah turun drastis akibat Covid-19 dan penerapan PSBB untuk bisa mendapatkan akses pinjaman sehingga mereka bisa melakukan program-program daerah dalam penanganan Covid-19 maupun memulihkan ekonominya," pungkasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top