Mengenal Teori U dalam Menghadapi Ketidakpastian di Era Industri 4.0
Minggu, 01 Desember 2024 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan Ace, Presiden UID, Tantowi Yahya, juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan acara ini.
"Teori U telah lama menjadi landasan program-program UID. Kami mendorong kesadaran diri mendalam dan transformasi kolektif untuk mengatasi akar tantangan. Saya berharap acara ini dapat menginspirasi dan menjadi katalis dalam perjalanan kita bersama menuju masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, pencetus Teori U yang juga merupakan dosen senior di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan co-founder Presencing Institute, Otoo Scharmer, memaparkan tiga transformasi kunci dalam pendekatan Teori U.
Pertama, dari berpikir silo ke berpikir sistemik dengan menghubungkan upaya-upaya terpisah menjadi pendekatan yang lebih sistemik. Kedua, dari 'saya' ke 'kita' dengan membangun kesadaran kolektif untuk bertindak sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar. Ketiga, dari reaktif ke ko-kreatif dengan beralih dari sekadar merespons masalah menjadi menciptakan solusi secara kolaboratif.
Otto menekankan untuk mencapai tujuan seperti penyembuhan sosial dan regenerasi, diperlukan penumbuhan tanah atau ladang sosial yang subur, yakni kualitas hubungan yang mendalam dan bermakna. Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur pembelajaran dan kepemimpinan dengan menyelaraskan perhatian (attention), niat (intention), dan keberdayaan (agency) baik secara individu maupun kolektif.
"Teori U telah lama menjadi landasan program-program UID. Kami mendorong kesadaran diri mendalam dan transformasi kolektif untuk mengatasi akar tantangan. Saya berharap acara ini dapat menginspirasi dan menjadi katalis dalam perjalanan kita bersama menuju masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, pencetus Teori U yang juga merupakan dosen senior di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan co-founder Presencing Institute, Otoo Scharmer, memaparkan tiga transformasi kunci dalam pendekatan Teori U.
Pertama, dari berpikir silo ke berpikir sistemik dengan menghubungkan upaya-upaya terpisah menjadi pendekatan yang lebih sistemik. Kedua, dari 'saya' ke 'kita' dengan membangun kesadaran kolektif untuk bertindak sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar. Ketiga, dari reaktif ke ko-kreatif dengan beralih dari sekadar merespons masalah menjadi menciptakan solusi secara kolaboratif.
Otto menekankan untuk mencapai tujuan seperti penyembuhan sosial dan regenerasi, diperlukan penumbuhan tanah atau ladang sosial yang subur, yakni kualitas hubungan yang mendalam dan bermakna. Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur pembelajaran dan kepemimpinan dengan menyelaraskan perhatian (attention), niat (intention), dan keberdayaan (agency) baik secara individu maupun kolektif.
Lihat Juga :