Teror Tarif Trump 100% Ancam BRICS, Siap-siap Perang Dagang Jilid 2
Senin, 02 Desember 2024 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Donald Trump Ancam BRICS Jika Tinggalkan Dolar AS
Tarif 100% di perbatasan AS, jika diterapkan, akan menaikkan harga barang dari anggota Brics secara tajam, mendorong inflasi AS dan mengacaukan arus perdagangan global hingga memicu perang dagang baru. Managing partner di SPI Asset Management, Stephen Innes mengatakan bahwa Trump telah memberikan tantangan yang sangat keras berupa tarif 100%.
"Kemenangan Trump dalam pemilihan umum baru-baru ini sangat diperkuat oleh janjinya untuk memberlakukan tarif yang keras terhadap impor asing ke AS, dengan mengadvokasi tarif agresif sebesar 60% untuk barang-barang China," katanya.
"Pendekatan garis keras dalam perdagangan ini mencerminkan kebijakan ekonomi 'America First' Trump yang lebih luas, yang bertujuan untuk mengkalibrasi ulang dinamika perdagangan global dan memperkuat kedaulatan ekonomi AS. Sementara dunia menyaksikan, potensi pergolakan perdagangan global membayangi, menyiapkan panggung untuk awal yang penuh perdebatan bagi pemerintahan Trump.”
Tarif 100% di perbatasan AS, jika diterapkan, akan menaikkan harga barang dari anggota Brics secara tajam, mendorong inflasi AS dan mengacaukan arus perdagangan global hingga memicu perang dagang baru. Managing partner di SPI Asset Management, Stephen Innes mengatakan bahwa Trump telah memberikan tantangan yang sangat keras berupa tarif 100%.
"Kemenangan Trump dalam pemilihan umum baru-baru ini sangat diperkuat oleh janjinya untuk memberlakukan tarif yang keras terhadap impor asing ke AS, dengan mengadvokasi tarif agresif sebesar 60% untuk barang-barang China," katanya.
"Pendekatan garis keras dalam perdagangan ini mencerminkan kebijakan ekonomi 'America First' Trump yang lebih luas, yang bertujuan untuk mengkalibrasi ulang dinamika perdagangan global dan memperkuat kedaulatan ekonomi AS. Sementara dunia menyaksikan, potensi pergolakan perdagangan global membayangi, menyiapkan panggung untuk awal yang penuh perdebatan bagi pemerintahan Trump.”
(nng)
Lihat Juga :