Hitungan Ketum Kadin Soal Kenaikan PPN Jadi 12%: Rp75 Triliun Bakal Masuk ke Kas Negara
Senin, 02 Desember 2024 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Makan Bergizi Gratis misalnya dipandang penting karena menyangkut pemenuhan kebutuhan asupan anak-anak. Sehingga, dalam jangka panjang akan memperkuat produktivitas.
“Masyarakat bisa menikmati gizi lebih baik untuk masa depan kita ini, langsung tidak langsung ini akan berpengaruh dengan produktivitas. Bukan hanya produktivitas hari ini, tapi masa depan juga,” beber dia.
Kadin secara institusional tak menafikan bahwa kenaikan PPN menjadi 12% berpotensi menekan pelaku usaha. Namun, organisasi para pengusaha kelas kakap ini masih harus melihat kebijakan pengecualian lain yang akan diberikan pemerintah.
Artinya, bila PPN 12% resmi diterapkan di awal 2025 dan dibarengi oleh insentif fiskal bagi industri, maka kebijakan tersebut didukung penuh oleh Kadin. “PPN itu kan kita masih melihat dulu nih, apakah dijalankan langsung atau tidak, tapi kita di Kadin kan harus melihatnya secara utuh,” ucap Anindya.
Baca Juga: Kenaikan PPN 12% Ditunda, Ekonom Sebut Tetap Berisiko Tinggi
“Masyarakat bisa menikmati gizi lebih baik untuk masa depan kita ini, langsung tidak langsung ini akan berpengaruh dengan produktivitas. Bukan hanya produktivitas hari ini, tapi masa depan juga,” beber dia.
Kadin secara institusional tak menafikan bahwa kenaikan PPN menjadi 12% berpotensi menekan pelaku usaha. Namun, organisasi para pengusaha kelas kakap ini masih harus melihat kebijakan pengecualian lain yang akan diberikan pemerintah.
Artinya, bila PPN 12% resmi diterapkan di awal 2025 dan dibarengi oleh insentif fiskal bagi industri, maka kebijakan tersebut didukung penuh oleh Kadin. “PPN itu kan kita masih melihat dulu nih, apakah dijalankan langsung atau tidak, tapi kita di Kadin kan harus melihatnya secara utuh,” ucap Anindya.
Baca Juga: Kenaikan PPN 12% Ditunda, Ekonom Sebut Tetap Berisiko Tinggi
Lihat Juga :