Perang Berkepanjangan, Ini Ramalan Ngeri Ekonomi Rusia di 2025

Selasa, 03 Desember 2024 - 08:34 WIB
loading...
A A A
Kostin, yang bekerja di kedutaan besar Soviet di Inggris pada tahun 1980-an, menyamakan gubernur bank sentral Rusia Elvira Nabiullina dengan Perdana Menteri Inggris pada abad ke-20 Margaret Thatcher, yang dijuluki sebagai "Wanita Besi".

"Saya, tentu saja, bukan seorang monetaris dan percaya bahwa tingkat inflasi 8,5% tidak terlalu penting bagi Rusia, masih bisa ditoleransi," katanya.

Suku Bunga Acuan Tidak Efektif

Kostin mengatakan bahwa sanksi-sanksi dari Barat, pengeluaran yang tinggi untuk militer, subsidi negara untuk banyak pinjaman dan ekspektasi inflasi yang tinggi membuat tingkat suku bunga acuan, yang berada di level tertinggi sejak 2003, menjadi kurang efektif.

"Dalam konteks pengeluaran militer yang tinggi dan sanksi-sanksi, sebuah instrumen seperti suku bunga acuan mungkin tidak sepenuhnya efektif dalam mengelola inflasi,” kata Kostin.

Ia mengatakan bahwa rubel Rusia akan stabil di sekitar 100 terhadap dolar setelah periode volatilitas. Rubel turun 15% terhadap dolar AS setelah putaran terakhir sanksi AS bulan lalu menghantam pemberi pinjaman terbesar ketiga Gazprombank, yang menangani perdagangan energi Rusia dengan Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Rekomendasi
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Mesir Lolos ke 16 Besar...
Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
Dokter Ungkap Kebiasaan...
Dokter Ungkap Kebiasaan Pria Pakai Celana Ketat Bisa Merusak Kualitas Sperma
Berita Terkini
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved