Rupiah Kembali Terkapar Dekati Rp16 Ribu, Dolar AS Makin Berjaya
Selasa, 03 Desember 2024 - 16:50 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 40 poin atau 0,25% ke level Rp15.945 setelah sebelumnya sempat terdepresiasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 40 poin atau 0,25% ke level Rp15.945 setelah sebelumnya sempat terdepresiasi ke Rp15.905 per dolar AS pada perdagangan kemarin.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan kurs rupiah juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu investor tetap bias terhadap greenback sebelum isyarat lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS minggu ini.
Baca Juga: Rupiah Ambruk ke Rp15.905/USD Dihantam Ancaman Tarif 100% Trump ke BRICS
"Sejumlah pejabat Fed akan berpidato dalam beberapa hari mendatang, terutama Ketua Jerome Powell pada hari Rabu. Pidatonya disampaikan hanya beberapa minggu sebelum pertemuan terakhir Fed untuk tahun ini, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (3/12/2024).
Namun ketidakpastian tumbuh atas prospek jangka panjang untuk suku bunga, terutama mengingat tanda-tanda inflasi yang kuat dan ketahanan di pasar tenaga kerja. Data penggajian nonpertanian untuk November akan dirilis Jumat ini dan secara luas diharapkan menjadi faktor dalam prospek Fed terhadap suku bunga.
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, yang pandangannya sering menjadi penentu kebijakan moneter AS, mengatakan bahwa ia cenderung mendukung pemangkasan suku bunga lagi bulan ini, tetapi Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic menyatakan bahwa Fed masih perlu mempertimbangkan data pekerjaan yang akan datang.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan kurs rupiah juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu investor tetap bias terhadap greenback sebelum isyarat lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS minggu ini.
Baca Juga: Rupiah Ambruk ke Rp15.905/USD Dihantam Ancaman Tarif 100% Trump ke BRICS
"Sejumlah pejabat Fed akan berpidato dalam beberapa hari mendatang, terutama Ketua Jerome Powell pada hari Rabu. Pidatonya disampaikan hanya beberapa minggu sebelum pertemuan terakhir Fed untuk tahun ini, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (3/12/2024).
Namun ketidakpastian tumbuh atas prospek jangka panjang untuk suku bunga, terutama mengingat tanda-tanda inflasi yang kuat dan ketahanan di pasar tenaga kerja. Data penggajian nonpertanian untuk November akan dirilis Jumat ini dan secara luas diharapkan menjadi faktor dalam prospek Fed terhadap suku bunga.
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, yang pandangannya sering menjadi penentu kebijakan moneter AS, mengatakan bahwa ia cenderung mendukung pemangkasan suku bunga lagi bulan ini, tetapi Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic menyatakan bahwa Fed masih perlu mempertimbangkan data pekerjaan yang akan datang.
Lihat Juga :