Pertamina Kantongi Laba Bersih Rp42 Triliun hingga Oktober 2024

Rabu, 04 Desember 2024 - 10:54 WIB
loading...
Pertamina Kantongi Laba...
Pertamina dalam tiga tahun terakhir mencatat kinerja yang positif. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengantongi laba bersih USD2,66 miliar atau Rp42,1 triliun (kurs Rp15.833 per dolar AS) hingga Oktober 2024. Angka ini setara 60,45 persen dari capaian laba bersih perusahaan sepanjang 2023, yakni USD4,4 miliar atau Rp67,12 triliun.

Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro mengatakan, perseroan dalam tiga tahun terakhir masih membukukan keuangan yang positif, sekalipun harga minyak mentah dunia dipengaruhi oleh gejolak geopolitik dan disrupsi teknologi.

"Dalam tiga tahun terakhir kita masih membukukan posisi yang positif. Walaupun kita tahu bisnis hidrokarbon ini sangat dipengaruhi oleh volatility, baik itu geopolitik, supply demand, maupun ada disruption dari teknologi," ujar Wiko dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, ditulis Rabu (4/12/2024).

Baca Juga: Laba Pertamina Meningkat 17% Jadi Rp72 Triliun di 2023

Untuk pendapatan hingga Oktober tahun ini berada di angka USD62,5 miliar, setara Rp989,56 triliun. Wiko menargetkan pendapatan 2024 bisa menyamai 2023 yang berada di level USD75,8 miliar, setara Rp1.156 triliun. "Kami optimis di akhir tahun kita bisa menyamai revenue tahun lalu," paparnya.

Adapun posisi Laba Sebelum Bunga, Pajak, Penyusutan, dan Amortisasi atau Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) per Oktober 2024 di angka USD9,35 miliar atau Rp148 triliun.

Wiko mengaku, 2024 merupakan tahun tantangan bagi Pertamina karena perusahaan mengalami tekanan di bisnis midstream, khususnya kilang. Namun, untuk menjaga kinerja perusahaan, Pertamina berinvestasi sebesar USD4,7 miliar untuk kegiatan hulu.

"Dan ini dibuktikan dengan hal serupa terjadi juga di banyaknya kilang-kilang di dunia yang harus struggle untuk menjalankan operasionalnya," beber dia.

"Terbesar diutamakan untuk kegiatan hulu yang menghasilkan produksi minyak. Nanti kami ceritakan di bawah bagaimana kita mengelola di hulu," lanjut Wiko.

Baca Juga: Kinerja Mentereng BRI di Kuartal III 2024, Cetak Laba Rp45,36 Triliun

Selain itu, Pertamina juga melakukan efisiensi sehingga menghasilkan optimalisasi biaya hingga USD780 juta atau setara Rp12,35 triliun.

"Kita terus melakukan efisiensi di mana di tahun 2024 ini hari ini kita sudah membukukan cost optimization sebesar USD780 juta, terdiri dari kegiatan cost saving, cost avoidance, dan revenue generators," tuturnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Rekomendasi
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Berita Terkini
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved