Tiga Faktor Ini yang Bikin Pertamina Merugi Rp11 Triliun
Senin, 31 Agustus 2020 - 18:36 WIB
loading...
Penjualan BBM Pertamina menurun akibat pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) tercatat mengalami kerugian sekitar Rp11 triliun pada semester I/2020. Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan, ada tiga penyebab utama kerugian yang dialami Pertamina hingga pertengahan tahun ini.
Pertama, penjualan perusahaan yang mengalami penurunan yang cukup besar akibat pandemi Covid-19. Penurunan penjualan secara signifikan terjadi pada kuartal II/2020.
"Bulan April itu posisi penurunan terdalam. Pandemi Covid-19 ini signifikan sekali penurunan demand menyebabkan revenue sangat terdampak. Jadi berapa pun crude price sangat rendah dan juga karena demand tidak ada, tidak berdampak pada revenue kita," ujarnya pada rapat kerja bersama DPR di Jakarta, Senin (31/8/2020). (Baca: Balikkan Kinerja Jadi Untung, Pertamina Tak Bisa cuma Abrakadabra )
Namun dari sisi sales bulan April ke Mei sudah ada peningkatan. Menurut Emma, dari bulan Mei ke Juni sudah ada peningkatan sekitar 7% dan pada bulan Juli sudah meningkat 5%.
"Ini terlihat tren sudah mulai positif meski dibandingkan posisi Juni 2019 menurun tajam 26% ke April. Terlihat Mei, Juni, Juli sudah ada tren positif terhadap peningkatan sells," jelasnya. (Baca juga: Trump Sebut Shinzo Abe PM Terhebat dalam Sejarah Jepang )
Pertama, penjualan perusahaan yang mengalami penurunan yang cukup besar akibat pandemi Covid-19. Penurunan penjualan secara signifikan terjadi pada kuartal II/2020.
"Bulan April itu posisi penurunan terdalam. Pandemi Covid-19 ini signifikan sekali penurunan demand menyebabkan revenue sangat terdampak. Jadi berapa pun crude price sangat rendah dan juga karena demand tidak ada, tidak berdampak pada revenue kita," ujarnya pada rapat kerja bersama DPR di Jakarta, Senin (31/8/2020). (Baca: Balikkan Kinerja Jadi Untung, Pertamina Tak Bisa cuma Abrakadabra )
Namun dari sisi sales bulan April ke Mei sudah ada peningkatan. Menurut Emma, dari bulan Mei ke Juni sudah ada peningkatan sekitar 7% dan pada bulan Juli sudah meningkat 5%.
"Ini terlihat tren sudah mulai positif meski dibandingkan posisi Juni 2019 menurun tajam 26% ke April. Terlihat Mei, Juni, Juli sudah ada tren positif terhadap peningkatan sells," jelasnya. (Baca juga: Trump Sebut Shinzo Abe PM Terhebat dalam Sejarah Jepang )
Lihat Juga :