IGCN dan IDX Kolaborasi Wujudkan Tata Kelola Bisnis Berintegritas

Kamis, 05 Desember 2024 - 18:55 WIB
loading...
IGCN dan IDX Kolaborasi...
UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) bersama Bursa Efek Indonesia (IDX) sukses menggelar Responsible Business Forum 2024. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) bersama Bursa Efek Indonesia sukses menggelar Responsible Business Forum 2024. Acara yang mengangkat tema 'Leadership Beyond Compliance: Creating Value through Integrity' ini menjadi wadah bagi para pelaku bisnis untuk mendiskusikan pentingnya integritas dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) .

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum IDX , Risa E Rustam menyampaikan, kerangka kerja bisnis harus menyediakan peta jalan bagi keterlibatan sektor swasta, yang menekankan bagaimana bisnis dapat berkontribusi pada perdamaian, keadilan, dan pelaksanaan integritas.

Baca Juga: ASEAN Energy Business Forum 2023 Dukung Percepatan Konektivitas Energi Kawasan

"Pilar-pilar ini merupakan dasar bagi bisnis untuk berkembang dan secara bermakna mendukung pembangunan berkelanjutan. Mencapai tujuan-tujuan ini membutuhkan lebih dari sekadar visi. Hal ini memerlukan tindakan tegas, terutama dimulai dengan kepemimpinan yang berintegritas," katanya, Kamis (5/12/2024).

Sejalan dengan Risa, Presiden IGCN, YW Junardy menegaskan, terkait pentingnya kepemimpinan yang berintegritas. Menurutnya pentingnya kepemimpinan adalah yang tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga pada kesejahteraan, inklusi, dan keberlanjutan.

Kepemimpinan transformatif harus menciptakan nilai melalui integritas, dengan tindakan nyata untuk mempercepat pencapaian tujuan keberlanjutan lingkungan, praktik bisnis inklusif, serta hak-hak semua warga Indonesia. Nilai-nilai seperti antikorupsi, kesetaraan gender, dan perlindungan lingkungan harus menjadi bagian dari DNA organisasi untuk mencapai keadilan dan kelestarian alam.

"Integrasi nilai-nilai ini adalah kelebihan yang harus dimanfaatkan untuk mendorong kolaborasi dan perubahan positif," katanya.

Head of Office UNODC Indonesia, Erik van der Veen menambahkan, pihaknya mendukung negara-negara dalam mendorong integritas, akuntabilitas, dan transparansi sebagai bagian dari gerakan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi (UNCAC) serta mengajak keterlibatan dari berbagai pihak, termasuk generasi muda yang memegang peran penting dalam membentuk masa depan.

"Kita harus mempertimbangkan untuk mendanai kampanye anti-korupsi yang dipimpin oleh kaum muda, mengundang ide-ide mereka, dan memanfaatkan energi positif mereka dalam memerangi korupsi, sehingga setiap hari menjadi Hari Anti-Korupsi," katanya.

Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi, Sekretariat Nasional TPB/SDGs Setyo Budiantoro menyampaikan terkait pentingnya peran bisnis dalam mendukung pemerintah untuk mengimplementasikan SDGs. Indonesia telah menunjukkan komitmennya yang tinggi dalam mengimplementasikan SDGs, dengan pencapaian 62,5% pada tahun 2023.

"Dengan terus berupaya mempercepat keberlanjutan global dan memerangi korupsi, Indonesia harus memastikan pemerintahan yang transparan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Selain itu, melalui forum ini, setiap sektor bisnis dan pemerintah mengupayakan tindakan kolektif untuk mempercepat kemajuan menuju masa depan yang berkelanjutan," katanya.

Hal ini pun diperkuat dengan pernyataan Paul Polman, Business Leader, Campaigner, Co-Author of Net Positive, and Former Vice Chair of UN Global Compact. Ia mengungkap pentingnya mengimplementasikan upaya tersebut dengan prinsip dan aksi yang nyata.

"Kita harus mempercepat implementasi dengan alat dan pengetahuan yang ada, memperhatikan prinsip-prinsip UN Global Compact, serta kemitraan dan perdamaian sebagai fondasi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," katanya.

Paul juga menegaskan bahwa korupsi tidak hanya merusak sistem hukum dan transparansi, tetapi juga menghalangi investasi asing yang diperlukan untuk kemajuan ekonomi. Oleh karena itu, bisnis memiliki tanggung jawab besar dalam mengatasi masalah korupsi, karena tanpa komitmen mereka, kita tidak akan dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang kita cita-citakan," katanya.

Penyelenggaraan Responsible Business Forum tahun ini menghadirkan beragam pembicara dan ahli terkemuka dari berbagai sektor untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka. Acara ini mengundang peserta untuk terlibat dalam diskusi mendalam mengenai isu-isu penting terkait integritas dan upaya pemberantasan korupsi dalam praktik bisnis yang disusun dalam empat sesi plenary dengan topik.

Yakni SDG 16 Business Framework - “G” part of the ESG of Public Listed Companies; Integrity Talk: Elevating Business Resilience through Ethical Leadership and Transparency; Reflecting on Collective Action: What Works—and What Doesn’t—in Anti-Corruption Efforts; dan Insights and Strategies for Transformational Governance yang menghadirkan pemikiran-pemikiran utama serta perspektif dari berbagai pakar yang berfokus pada tema Responsible Business Forum 2024.

Baca Juga: IGCN Beri Penghargaan 16 Tim Inovator Muda SDGI 2024

Selain itu terdapat tiga sesi breakout dengan topik. Yakni Governance-Driven Climate Action for Business Sustainability: Moving Beyond Compliance; Building Inclusive and Corruption-Free Workplaces: Best Practices and Challenges; dan Unlocking the Transformational Governance Framework for Sustainable Business Practices yang dirancang untuk memberikan ruang interaktif bagi peserta untuk berdiskusi dan saling bertukar ide.

Forum ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai sektor industri yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang SDGs dan Prinsip ke-10 UN Global Compact, yang bertujuan untuk berbagi studi kasus dan praktik baik dari sektor bisnis mengenai integrasi keberlanjutan dan anti-korupsi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bursa Saham Merana Jelang...
Bursa Saham Merana Jelang Iduladha, IHSG Ditutup Longsor 1,23% ke 6.130
Sempat Merah di Awal...
Sempat Merah di Awal Sesi, IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.206
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Dari Penebang Kayu ke...
Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata: Kisah Ritno Kurniawan, Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai
Soroti Perkembangan...
Soroti Perkembangan AI, RSM Indonesia Tekankan Pentingnya Tata Kelola dan Regulasi
Rekomendasi
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved