alexametrics

Harga Minyak Naik Menyambut Pertumbuhan Ekonomi China dan AS

loading...
Harga Minyak Naik Menyambut Pertumbuhan Ekonomi China dan AS
Harga minyak naik merespon pertumbuhan ekonomi AS dan China. Foto/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah naik pada perdagangan Jumat (17/1/2020), karena investor menyambut data ekonomi China dan Amerika Serikat yang solid di tahun 2019 lalu.

Melansir dari CNBC, pemerintah China mengumumkan pertumbuhan ekonomi mereka pada 2019 mencapai 6,1%, sesuai dengan ekspektasi bahkan ditengah sengketa perdagangan dengan AS.

Sementara itu, data ekonomi AS juga tumbuh solid. Dimana tingkat pengangguran mingguan turun 10.000 menjadi 204.000. Angka tenaga kerja bulan Januari diprediksi tumbuh 216.000 orang.



Pertumbuhan data ekonomi yang ciamik meningkatkan harga minyak. Melansir dari Reuters, harga minyak Brent naik 3 sen ke level USD64,65 per barel pada pukul 01:23 GMT. Harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate naik 6 sen menjadi USD58,58 per barel.

Kesepakatan dagang fase pertama antara dua negara ekonomi utama dunia membantu mendorong prospek perdagangan global, sehingga mendorong harga minyak lebih tinggi.

"Langkah besar berikutnya untuk minyak mentah mungkin perlu datang dari stimulus lebih lanjut dari Eropa, dimana pertumbuhan ekonomi Eropa kurang cemerlang," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, Singapura.

Namun, harga masih bisa turun setelah Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa pasokan minyak telah melebihi permintaan dari OPEC. Karena tidak sepenuhnya anggota OPEC patuh dalam perjanjian pemangkasan produksi minyak.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak