alexametrics

Ekonomi Nasional Dinilai Minim Terpapar Perlambatan Global

loading...
Ekonomi Nasional Dinilai Minim Terpapar Perlambatan Global
Perekonomian Indonesia menurut ekonom, relatif terisolasi atau terdampak terbatas dari efek tekanan eksternal seperti trade war, Brexit dan risiko geopolitik. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) dalam proyeksi terbarunya menyatakan, pertumbuhan ekonomi negara-negara yang masuk dalam ASEAN 5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam) akan cenderung terjaga tahun ini. Hal ini dikarenakan adanya rebound pasca kesepakatan trade war fase 1, antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Untuk Indonesia, baik IMF, WB dan beberapa lembaga lain memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2020 pada level moderat, yakni 5,1%. Angka tersebut sedikit lebih baik dibanding realisasi 2019.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut cukup tinggi di tengah koreksi PE dunia, lantaran perekonomian RI relatif terisolasi (terdampak terbatas) dari efek tekanan eksternal (trade war, Brexit, dan risiko geopolitik). Ini karena Indonesia tidak termasuk dominant player di kancah perdagangan global," ujar Ekonom BNI Ryan Kiryanto kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (21/1/2020)



Sambung dia menerangkan, Indonesia tidak terlalu terlibat aktif dalam rantai pasokan global (global supply chain) sehingga relatif terpapar minimal dari perlambatan ekonomi global. Ini berbeda dengan beberapa negara eksportir dominan (Cina, Korsel, Jepang, AS) yang terdampak lebih besar karena perlambatan ekonomi global, apapun penyebabnya.

"Keberuntungan Indonesia adalah memiliki modal besar berupa pasar domestik yang terjaga kuat dengan kontribusi konsumsi rumah tangga (KRT) sekitar 56-57% terhadap total PDB Indonesia," jelasnya.

Sebagai informasi, IMF sempat menurunkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia dan Thailand lantaran kinerja ekspor yang diproyeksi juga berpengaruh terhadap permintaan domestik. Sementara secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi global tahun ini diproyeksi sebesar 3,3%. Sementara untuk tahun 2019 dan 2021 masing-masing sebesar 2,9% dan 3,4%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak