Dulu Ekspor Kini Impor, Bahlil Ingin Produksi Minyak Balik Seperti 1997
loading...
A
A
A
Di sisi lain, pemerintah juga memasifkan penggunaan biodiesel dan konversi kendaraan bermotor dari energi fosil ke kendaraan berbasis listrik. Hal ini sebagai langkah taktis menekan impor BBM dan menjalankan komitmen energi hijau yang berkelanjutan.
"Kita sudah memasuki campuran biodiesel sebesar 40% (B40), 2026 kita sudah masuk ke B50. Arahan Presiden kepada saya, segera mencapai B60 dan B70," cetusnya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, sektor transportasi telah menyumbang konsumsi paling besar untuk BBM nasional, sebesar 49%, disusul sekor industri 34%, sektor ketenagalistrikan 8%, dan sektor aviasi atau penerbangan sebesar 6%.
Bahlil juga menyoroti hilirisasi yang diyakini dampaknya akan mampu menstimulus pertumbungan ekonomi sebesar 8% sebagaimana yang ditargetkan pemerintah. Melalui hilirisasi di sektor tambang dan migas akan membuka banyak peluang kerja baru.
"Kita sudah memasuki campuran biodiesel sebesar 40% (B40), 2026 kita sudah masuk ke B50. Arahan Presiden kepada saya, segera mencapai B60 dan B70," cetusnya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, sektor transportasi telah menyumbang konsumsi paling besar untuk BBM nasional, sebesar 49%, disusul sekor industri 34%, sektor ketenagalistrikan 8%, dan sektor aviasi atau penerbangan sebesar 6%.
Bahlil juga menyoroti hilirisasi yang diyakini dampaknya akan mampu menstimulus pertumbungan ekonomi sebesar 8% sebagaimana yang ditargetkan pemerintah. Melalui hilirisasi di sektor tambang dan migas akan membuka banyak peluang kerja baru.
(fjo)
Lihat Juga :