Investor Incar Sektor Asuransi Umum di 2024, Jumlah Pemegang Saham Capai 4.324

Jum'at, 20 Desember 2024 - 19:19 WIB
loading...
A A A
Azis melihat, antara jumlah pemegang saham dengan inflow asing cenderung sejalan yang menunjukkan saham TUGU memang benar-benar diburu. Posisi TUGU yang kuat di industri sebagai market leader, kinerja keuangan yang tumbuh positif, sahamnya termasuk paling likuid di sektor serta valuasi yang murah menjadi alasan utama mengapa jumlah pemegang saham TUGU terus naik.

Baca Juga: BEI Tegaskan Emiten Tercatat Telah Penuhi Persyaratan

Senada dengan Azis, analis Phillip Sekuritas Edo Ardiansyah juga mengemukakan sejumlah alasan yang membuat saham TUGU banyak dilirik oleh investor. Ia mengungkapkan meskipun saham TUGU masuk kategori saham small & mid cap artinya memiliki nilai kapitalisasi pasar yang kecil tetapi likuiditas perdagangannya masih memungkinkan fund manager untuk bisa masuk dan berinvestasi.

Selain soal likuiditas transaksi Edo juga mencermati valuasi saham TUGU yang sudah sangat terdiskon. "Rasio price to book value (PBV) TUGU di 0,4x sementara asuransi umum rasio PBV-nya di kisaran 0,8-1,0x, perbankan 2x dan IDX Finance 1,85x. Artinya potensi upside untuk TUGU terbuka," ujarnya.

Kelebihan lain yang juga dimiliki oleh saham TUGU, menurut Edo adalah emiten asuransi umum anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut secara konsisten membagikan dividen dengan rasio payout serta yield atau imbal hasil yang menarik, sehingga sangatlah wajar jika baik investor lokal maupun asing turut memburu saham TUGU di sepanjang 2024.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU, Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Don Ritto Jadi Tersangka...
Don Ritto Jadi Tersangka Kasus Korupsi yang Jerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda
Ki Atmo Ungkap Alasan...
Ki Atmo Ungkap Alasan Tapa Bisu Harus Dilakukan Tanpa Berbicara, Ternyata Punya Makna Mendalam
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Infografis
Tarif PPN Negara-Negara...
Tarif PPN Negara-Negara di Asia Tenggara pada 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved