Brand Barang Mewah Barat Masih Bercokol di Rusia saat Sanksi Berjalan

Rabu, 25 Desember 2024 - 06:49 WIB
loading...
A A A
Seorang asisten penjualan di sana mengatakan kepada AFP: "Brand-brand mewah masih ada di sini. Dan begitu juga pelanggan tetap kami, permintaan tidak turun."

Masalah Waktu

Di situs web dan aplikasi resminya, TSUM mengiklankan penjualan produk dari Prada, Yves Saint Laurent dan Alexander McQueen, semua brand yang telah resmi meninggalkan Rusia.

Bahkan harganya diklaim "lebih kompetitif daripada di Dubai," yang menjadi tujuan liburan dan belanja yang berkembang pesat bagi orang kaya Rusia di tengah kesulitan bepergian ke Eropa.

"Di Dubai, penjualan barang-barang mewah telah meledak," sejak Rusia memerintahkan pasukan ke Ukraina, kata pengusaha Prancis itu.

Terputus dari ekspor langsung, pengecer Rusia telah menemukan cara kreatif untuk mendapatkan produk yang diminta oleh klien mereka. Baca Juga: Konsumen China Ogah Belanja, Brand-brand Mewah Kena Imbasnya

Mengingat permintaan besar akan barang-barang mewah Barat, orang kaya Rusia yakin bahwa merek-merek Barat akan bergegas kembali begitu mereka bisa.

"Ini hanya masalah waktu," kata Andrei, seorang penata gaya berusia 52 tahun yang memiliki klien kalangan kelas atas.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Rekomendasi
Alarm Bahaya untuk Argentina...
Alarm Bahaya untuk Argentina Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026
Mengapa Api Jadi Simbol...
Mengapa Api Jadi Simbol Penyucian? Ki Atmo Akhirnya Ungkap Filosofi di Balik Ritual Ini
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved