Ekonomi Rusia dalam Masalah, Bisakah Putin Membalikkan Keadaan?

Selasa, 31 Desember 2024 - 10:10 WIB
loading...
A A A
Penurunan jumlah migran yang masuk ke Rusia juga berdampak pada perekonomian nasional. Menurut Rosstat, 560.400 migran memasuki Rusia tahun lalu, 23% lebih sedikit dari tahun sebelumnya dan merupakan jumlah terendah sejak 2013.

Optimisme Kremlin

Terlepas dari angka-angka yang mengkhawatirkan ini, Kremlin tetap optimistis terhadap warganya dan membalas dengan angka-angka yang positif.

Berbicara baru-baru ini di sebuah forum investasi yang diselenggarakan oleh bank Rusia VTB, Presiden Rusia Vladimir Putin membanggakan bahwa negaranya kini menikmati tingkat pengangguran 2,4 persen. Namun, apakah angka yang disampaikan Putin itu mungkin terjadi.

Kenyataannya, peningkatan jumlah pekerja Rusia di industri pertahanan cukup signifikan antara 2023 dan paruh pertama 2024, sekitar 600.000 orang mulai bekerja di perusahaan-perusahaan sektor pertahanan di Rusia, sebuah industri yang kini mempekerjakan sekitar 3,8 juta pekerja, demikian menurut Wakil Perdana Menteri Rusia, Denis Manturov, seperti dikutip Meduza.

Industri Pertahanan dan Dampak Ekonomi

Namun, meski para pekerja ini mengalami kenaikan upah, dekan Departemen Ekonomi di Universitas Negeri Moskow Alexander Auzan menjelaskan bahwa peningkatan pekerja industri pertahanan tidak berguna untuk produksi barang di pasar konsumen. Oleh karena itu, hal tersebut tidak terlalu membantu kemakmuran ekonomi negara.

"Apa yang bisa diberikan oleh industri pertahanan? Industri ini dapat memodernisasi tank, misalnya. Tapi tidak ada yang akan membeli tank. Tank itu akan pergi ke suatu tempat dan mungkin akan dihancurkan," kata Auzan, seperti dikutip oleh Meduza.

Gelembung Ekonomi Rusia

Natalia Zubarevich, seorang profesor dan pakar ekonomi di Moscow State University menyatakan, "Kenaikan upah, tanpa dukungan pertumbuhan produktivitas, dan ekonomi yang didasarkan pada suntikan modal oleh negara, terutama di industri pertahanan, adalah sesuatu yang tidak dapat dipertahankan dari waktu ke waktu. Ini adalah gelembung".

Bagaimana tepatnya gelembung ekonomi Rusia akan pecah masih harus dilihat. Namun, yang jelas bagi para analis dan pakar adalah bahwa tren saat ini akan terus berlanjut. "Penurunan pasar tenaga kerja Rusia akan terus berlanjut hingga pertengahan 2030," kata Natalia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Rekomendasi
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
Berita Terkini
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved