Rusia Baru Saja Kehilangan Aliran Pendapatan Miliaran dolar

Minggu, 05 Januari 2025 - 07:36 WIB
loading...
A A A
Menteri Energi Ukraina, Herman Halushchenko mengatakan kesepakatan transit dihentikan karena alasan keamanan nasional.

Sedangkan konglomerat gas Rusia, Gazprom mengkonfirmasi, bahwa aliran energinya melalui Ukraina telah berhenti, mengutip "penolakan berulang kali dan eksplisit dari pihak Ukraina untuk memperpanjang perjanjian ini."

Kesepakatan Ukraina-Rusia saat ini sudah tidak berfungsi karena kompleksitas perang dan konsekuensi politiknya di Eropa. Ketika negara-negara Uni Eropa berjuang untuk mengurangi ketergantungan mereka pada energi Rusia, bahkan saat mereka memasok senjata ke Ukraina dan mencoba memberikan sanksi kepada Moskow.

Di tengah pertempuran sengit di Luhansk, Donetsk, Kharkiv, dan Kursk, gas yang mengalir memungkinkan Kiev dan Moskow untuk mendapatkan keuntungan dari barang dan fasilitas satu sama lain.

Krisis Gas

Ukraina telah menyalurkan gas Rusia ke Eropa sejak jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, dan memicu kekhawatiran bahwa mereka tidak akan dapat menemukan pasokan alternatif tepat waktu jika kesepakatan itu berakhir.

Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico mengkritik keputusan Kiev dalam pidato Tahun Baru, dengan mengatakan memotong gas murah Rusia ke Eropa akan menciptakan "dampak drastis" pada negara-negara Uni Eropa tetapi tidak merugikan Rusia.

Austria di sisi lain, memutuskan hubungan dengan Gazprom pada bulan Desember, usai menuduh Rusia memeras perusahaan gas Austria OMV dengan menggunakan energi sebagai alat tawar-menawar atas dukungan Eropa terhadap Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Rekomendasi
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Berita Terkini
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved