Jangan Berharap Banyak, BLT Tak Mampu Dongkrak Konsumsi dan Redam Resesi
Selasa, 01 September 2020 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
"Manfaatnya signifikan karena semua bisa saling berbagi penggunaan dan membentuk satu kesatuan persepsi. Ini tidak terjadi di sini karena antar regulator memiliki perbedaan data dan persepsi masing-masing. Ini harusnya tidak boleh terjadi," ujarnya.
Sementara Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan di luar negeri seperti Singapura BLT diberikan kepada seluruh rumah tangga demi mengobati demand shock.
Bila melihat negara lain, mereka memberikan bantuan tanpa membatasi jumlah gajinya. Sedangkan di Indonesia tidak bisa melakukan hal seperti itu karena adanya hambatan di fiskal. (Baca juga: Ketua BPK Kuliahi Rektor UI, Soal Apa Ya? )
"Karena itu kita butuh reformasi fiskal. Nantinya bila dibiarkan akan menjadi masalah besar dan akhirnya merusak sektor moneter yang sekarang masih aman saja," ujar Anthony dalam kesempatan sama.
Lebih lanjut dia mengatakan fokus utama bantuan langsung adalah menjaga pendapatan masyarakat agar tidak terjebak kemiskinan yang semakin parah.
Sementara Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan di luar negeri seperti Singapura BLT diberikan kepada seluruh rumah tangga demi mengobati demand shock.
Bila melihat negara lain, mereka memberikan bantuan tanpa membatasi jumlah gajinya. Sedangkan di Indonesia tidak bisa melakukan hal seperti itu karena adanya hambatan di fiskal. (Baca juga: Ketua BPK Kuliahi Rektor UI, Soal Apa Ya? )
"Karena itu kita butuh reformasi fiskal. Nantinya bila dibiarkan akan menjadi masalah besar dan akhirnya merusak sektor moneter yang sekarang masih aman saja," ujar Anthony dalam kesempatan sama.
Lebih lanjut dia mengatakan fokus utama bantuan langsung adalah menjaga pendapatan masyarakat agar tidak terjebak kemiskinan yang semakin parah.
Lihat Juga :