Tinggalkan Eropa, Rusia Perluas Pasokan Gas ke Pasar Asia Tengah

Kamis, 09 Januari 2025 - 09:58 WIB
loading...
Tinggalkan Eropa, Rusia...
Rusia diperkirakan bakal meningkatkan pasokan gas ke Asia Tengah, juga ke China dan India. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bertepatan dengan Tahun Baru 2025, gas Rusia berhenti mengalir ke Uni Eropa ( UE ) setelah Ukraina menolak memperpanjang kontrak transit gas melalui wilayahnya. Kendati demikian, hal itu tidak lantas membuat gas Rusia kehilangan pasarnya.

Rusia justru diperkirakan bakal memperluas pasokan gas ke Asia Tengah hingga 10-15 miliar meter kubik dalam beberapa tahun mendatang. Para ahli memperkirakan Rusia juga kemungkinan akan mempertimbangkan kembali untuk menjajaki rute jaringan pipa gas ke India. Sementara, pasokan gas ke China melalui jaringan pipa Power of Siberia dapat melampaui kapasitas desain 38 miliar meter kubik pada tahun 2025.

Baca Juga: Ukraina Setop Transit Gas dari Rusia, Ancaman Nyata bagi Eropa

"Pekerjaan sedang berlangsung dengan Kazakhstan dan Uzbekistan untuk meningkatkan kapasitas produksi jaringan pipa gas Asia Tengah-Tengah menggunakan teknologi aliran balik. Potensi peningkatan dapat mencapai 10-12 miliar meter kubik per tahun," kata Wakil Kepala Dana Keamanan Energi Nasional Alexey Grivach seperti dilansir kantor berita Rusia TASS, Kamis (9/1/2025).

Analis Finam Sergey Kaufman memperkirakan peningkatan tersebut dapat mencapai 12-15 miliar meter kubik per tahun. Rusia juga akan meningkatkan ekspor gas pipa ke China. Gazprom telah mencapai volume pasokan tahunan maksimum melalui pipa Power of Siberia lebih cepat dari jadwal dan menandatangani perjanjian tambahan dengan mitra China.

Hasilnya, jelas Direktur Penelitian Implementa Maria Belova, ekspor gas Rusia melalui rute ini dapat melampaui target 38 miliar meter kubik pada tahun 2025. Selain itu, pengiriman gas melalui rute Timur Jauh diharapkan pada tahun 2027, yang akan meningkatkan total volume gas yang dipasok ke China menjadi 48 miliar meter kubik.

Baca Juga: Denmark: Greenland Mungkin Bisa Merdeka, tapi Mustahil Gabung AS

Rusia juga tengah mempertimbangkan dua rute pipa gas baru ke China: Power of Siberia-2, yang melintasi Mongolia, untuk memasok 50 miliar meter kubik, dan pipa melalui wilayah Kazakhstan untuk mengirimkan 45 miliar meter kubik. Para ahli menilai Power of Siberia-2 sebagai opsi yang lebih berkembang dan lebih disukai, karena akan memungkinkan gasifikasi kota-kota besar Siberia dan memasok wilayah metropolitan utama China dengan sistem konsumsi yang canggih.

Sementara itu, pembangunan jaringan pipa gas dari Iran ke India melalui Pakistan pertama kali diusulkan pada tahun 1996. Kemudian, Rusia menandatangani nota kesepahaman dengan Iran dan Pakistan, yang menunjukkan niat kedua belah pihak untuk mendukung proyek pembangunan jaringan pipa gas Iran-Pakistan-India sepanjang 1.200 kilometer. Gazprom juga diharapkan untuk berpartisipasi. Namun, pada tahun 2021, perusahaan induk Rusia tersebut mengumumkan bahwa mereka tidak berencana untuk membangun jaringan pipa ke India karena biaya proyek yang tinggi.

Menurut Belova, studi tentang desain jaringan pipa mengungkapkan bahwa semua opsi yang diusulkan tidak layak secara komersial. Namun, imbuh dia, iklim geopolitik saat ini dapat membawa argumen tambahan yang mendukung pengejaran arah ini. "Mengenai India, beberapa pekerjaan awal sedang berlangsung, tetapi pasar India belum secara resmi menjadi bagian dari diskusi tentang transit melalui Iran. Tahapannya masih cukup awal," tegas Grivach.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Pasokan Minyak Dunia...
Pasokan Minyak Dunia Lenyap 1,5 Juta Barel per Hari, Pasar Energi Bakal Terguncang?
Pertamina Patra Niaga-MEPS...
Pertamina Patra Niaga-MEPS Kerja Sama Perkuat Keandalan Operasional Kilang
Petrokimia Gresik Amankan...
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas hingga 2035, Perkuat Produksi Pupuk Nasional
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rekomendasi
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Infografis
AS Bisa Tarik Pasukannya...
AS Bisa Tarik Pasukannya dari Eropa Tengah dan Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved