Pendapatan Negara di Sepanjang 2024 Tembus Rp2.842,5 Triliun, Berikut Rinciannya
Senin, 13 Januari 2025 - 17:07 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, bahwa pendapatan negara tumbuh positif di tengah moderasi harga komoditas. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, bahwa pendapatan negara tumbuh positif di tengah moderasi harga komoditas. Menurut Sri Mulyani, meski sempat terkontraksi pada semester pertama, kinerja pendapatan negara mampu mencapai Rp2.842,5 triliun (101,4% dari target APBN ) atau tumbuh positif 2,1% (yoy) pada penghujung tahun 2024.
"Kinerja pendapatan negara yang positif ini akan mendukung berbagai agenda pembangunan pemerintah pada tahun 2025," kata Menkeu Sri Mulyani dalam Instagram resminya, Senin (13/1/2025).
Baca Juga: Analis: PPN 12% Bisa Menambah Pendapatan Negara, Tapi Menekan Pertumbuhan Ekonomi
Capaian pendapatan negara meliputi, Penerimaan pajak sebesar Rp1.932,4 triliun atau naik 3,5% (yoy); Penerimaan dari kegiatan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,2 triliun atau naik 4,9% (yoy); dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp579,5 triliun (117,8% dari target ABPN).
Dari sisi perpajakan dan bea cukai, capaian penerimaan ditopang oleh kinerja perekonomian yang resilien, efektivitas reformasi perpajakan, dan peningkatan kinerja ekspor-impor.
"Kinerja pendapatan negara yang positif ini akan mendukung berbagai agenda pembangunan pemerintah pada tahun 2025," kata Menkeu Sri Mulyani dalam Instagram resminya, Senin (13/1/2025).
Baca Juga: Analis: PPN 12% Bisa Menambah Pendapatan Negara, Tapi Menekan Pertumbuhan Ekonomi
Capaian pendapatan negara meliputi, Penerimaan pajak sebesar Rp1.932,4 triliun atau naik 3,5% (yoy); Penerimaan dari kegiatan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,2 triliun atau naik 4,9% (yoy); dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp579,5 triliun (117,8% dari target ABPN).
Dari sisi perpajakan dan bea cukai, capaian penerimaan ditopang oleh kinerja perekonomian yang resilien, efektivitas reformasi perpajakan, dan peningkatan kinerja ekspor-impor.
Lihat Juga :