Impor 4 Komoditas Pangan Utama Dihentikan, Awas Bisa Picu Gejolak
Jum'at, 17 Januari 2025 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
"Ada kekhawatiran bahwa kebijakan ini lebih bersifat simbolis atau propaganda politik daripada strategi yang siap diterapkan secara menyeluruh. Jika harga pangan melonjak atau stok domestik tidak mencukupi, besar kemungkinan pemerintah akan kembali membuka keran impor untuk meredam gejolak sosial dan ekonomi," jelasnya.
Tantangan
Kebijakan penghentian impor empat komoditas pangan juga dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti produktivitas petani yang sering kali terhambat oleh kurangnya akses terhadap benih berkualitas, pupuk, dan pendanaan.
Ditambah terang Achmad Nur Hidayat bahwa, banyak daerah penghasil pangan masih kekurangan fasilitas irigasi, akses jalan ke lahan pertanian, dan teknologi pertanian modern.
"Tanpa intervensi yang serius, risiko kegagalan produksi menjadi lebih besar," ungkapnya.
Usulan Strategis
Namun bukan berarti kebijakan penghentian impor ini tidak berbasil, dimana Achmad Nur Hidayat mengatakan, untuk memastikan keberhasilannya perlu ada peningkatan produktivitas petani dengan menyediakan teknologi pertanian modern, pelatihan intensif, dan subsidi untuk input produksi seperti benih unggul dan pupuk.
Program penyuluhan harus menekankan praktik pertanian berkelanjutan agar hasil meningkat tanpa merusak lingkungan. Ditambah adanya investasi besar-besaran dalam infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi, fasilitas penyimpanan, dan transportasi juga diperlukan untuk memperbaiki efisiensi produksi dan distribusi pangan.
Tantangan
Kebijakan penghentian impor empat komoditas pangan juga dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti produktivitas petani yang sering kali terhambat oleh kurangnya akses terhadap benih berkualitas, pupuk, dan pendanaan.
Ditambah terang Achmad Nur Hidayat bahwa, banyak daerah penghasil pangan masih kekurangan fasilitas irigasi, akses jalan ke lahan pertanian, dan teknologi pertanian modern.
"Tanpa intervensi yang serius, risiko kegagalan produksi menjadi lebih besar," ungkapnya.
Usulan Strategis
Namun bukan berarti kebijakan penghentian impor ini tidak berbasil, dimana Achmad Nur Hidayat mengatakan, untuk memastikan keberhasilannya perlu ada peningkatan produktivitas petani dengan menyediakan teknologi pertanian modern, pelatihan intensif, dan subsidi untuk input produksi seperti benih unggul dan pupuk.
Program penyuluhan harus menekankan praktik pertanian berkelanjutan agar hasil meningkat tanpa merusak lingkungan. Ditambah adanya investasi besar-besaran dalam infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi, fasilitas penyimpanan, dan transportasi juga diperlukan untuk memperbaiki efisiensi produksi dan distribusi pangan.
Lihat Juga :