Rusia Larang Impor Daging dari Uni Eropa, Ada Apa?

Sabtu, 18 Januari 2025 - 16:00 WIB
loading...
A A A
Namun, menurut perkiraan Rosselkhoznadzor, tindakan yang diambil oleh Komisi Eropa untuk menahan penyebaran penyakit tersebut tidak memadai. Pengawas keamanan pangan Rusia mengatakan salah satu alasan munculnya penyakit tersebut di Jerman adalah pergerakan ternak dan produk ternak yang tidak terkendali melalui Ukraina melintasi UE.

Baca Juga: Waduh! Gara-gara Paylater, Generasi Muda Jadi Kalap Belanja?

Menurut Rosselkhoznadzor, rute yang paling mungkin terjadinya penyakit tersebut adalah Turki-Ukraina-Polandia-Jerman. Studi oleh Laboratorium Referensi Nasional dan Laboratorium Referensi UE mengonfirmasi bahwa virus tersebut termasuk dalam penyakit PMK serotipe O, yang urutannya paling dekat ditemukan di Turki pada Desember 2024.

"Ini sangat memprihatinkan mengingat hampir tidak adanya layanan veteriner di wilayah Ukraina," tulis Rosselkhoznadzor, seraya mencatat bahwa media Eropa dan Ukraina sebelumnya menerbitkan informasi tentang pengungkapan skema penipuan untuk penyelundupan berbagai barang, termasuk produk pertanian, yang beroperasi di pelabuhan Odessa.

Peternak Jerman telah menyatakan kekhawatiran bahwa mereka dapat mengalami kerugian besar akibat wabah PMK. Asosiasi koperasi pertanian negara itu mengatakan pada hari Kamis bahwa industri pertanian dan makanan kemungkinan telah kehilangan sekitar 1 miliar euro atau sekira USD1 miliar (Rp16 triliun, kurs Rp16.000 per USD) akibat wabah tersebut.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Rekomendasi
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Arkeolog Temukan Wajah...
Arkeolog Temukan Wajah Asli Pribumi Eropa Barat dari dalam Gua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved