alexametrics

Datangi Kantor Sri Mulyani, Nasabah Jiwasraya Minta Kejelasan Dana

loading...
Datangi Kantor Sri Mulyani, Nasabah Jiwasraya Minta Kejelasan Dana
Nasabah Jiwasraya mendatangi kantor Kementerian Keuangan meminta penjelasan dana mereka. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Para nasabah Jiwasraya mengungkapkan kekesalannya saat menyambangi kantor Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka menanyakan kepastian uang mereka yang ada di Jiwasraya. Pantauan SINDOnews, sebanyak 50 nasabah Jiwasraya berdatangan ke kantor Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Lapangan Banteng.

Salah satu perwakilan nasabah, Ida Tumota, mengaku sudah sangat lelah menunggu janji kepastian pencairan dana Jiwasraya. Ia kesal karena belum ada kepastian dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Saya ke sini karena lelah, tidak ada titik cerah. Dana kami yang disana (Jiwasraya) bagaimana? Sudah terlalu lama kami menunggu," ujar Ida di Kementerian Keuangan, Kamis (6/2/2020).



Ida menerangkan kedatangannya bersama rekan-rekan lainnya bukan untuk berunjuk rasa, melainkan menginginkan adanya kejelasan soal dana mereka di Jiwasraya.

"Kami datang baik-baik meminta supaya ada penjelasan. Tapi yang satu bilang enggak punyak waktu, yang satu lagi enggak jelas. Kok gitu semua? Kami harus bagaimana," tanyanya.

Para nasabah tersebut diterima oleh Kepala Bidang Program dan Administrasi Menteri Kementerian Keuangan, Darmawan. Namun para nasabah enggan berdiskusi dengan Darmawan, mereka ingin bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Darmawan pun menerangkan bahwa bosnya sudah sangat padat jadwal sehingga tidak bisa bertemu dengan para nasabah.

"Kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan dengan surat, kami pastikan semua hal tersampaikan, bisa disampaikan ke kami karena agenda ibu (Sri Mulyani) sudah sangat padat," ungkap Darmawan kepada para nasabah.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak