Gas Rusia Diam-diam Masih Ada di Uni Eropa, 837.300 Metrik Ton Mengalir di Awal 2025
Selasa, 21 Januari 2025 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Menyusul eskalasi perang Ukraina pada tahun 2022 dan sabotase pipa Nord Stream, UE memprioritaskan untuk mengurangi ketergantungannya pada energi Rusia. Beberapa anggota secara sukarela berhenti mengimpor gas Rusia, sementara yang lain terus melakukannya.
Beberapa negara juga terus mengimpor LNG Rusia karena bahan bakar dingin tidak seluruhnya menjadi sasaran sanksi. Pada bulan Juni, Uni Eropa menargetkan LNG Rusia untuk pertama kalinya, dimana melarang operasi pemuatan ulang, transfer kapal ke kapal, dan transfer kapal ke pantai dengan tujuan mengekspor kembali ke negara ketiga melalui UE.
Sanksi tersebut memiliki masa transisi selama sembilan bulan. Menurut data yang dikumpulkan oleh Institute of Energy Economics and Financial Analysis, pada paruh pertama tahun 2024 Rusia adalah pemasok LNG terbesar kedua ke benua Eropa setelah AS.
Hilangnya gas Rusia diperhitungkan dapat merugikan Uni Eropa lebih dari 1 triliun euro, menurut Kirill Dmitriev, kepala eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia.
Beberapa negara juga terus mengimpor LNG Rusia karena bahan bakar dingin tidak seluruhnya menjadi sasaran sanksi. Pada bulan Juni, Uni Eropa menargetkan LNG Rusia untuk pertama kalinya, dimana melarang operasi pemuatan ulang, transfer kapal ke kapal, dan transfer kapal ke pantai dengan tujuan mengekspor kembali ke negara ketiga melalui UE.
Sanksi tersebut memiliki masa transisi selama sembilan bulan. Menurut data yang dikumpulkan oleh Institute of Energy Economics and Financial Analysis, pada paruh pertama tahun 2024 Rusia adalah pemasok LNG terbesar kedua ke benua Eropa setelah AS.
Hilangnya gas Rusia diperhitungkan dapat merugikan Uni Eropa lebih dari 1 triliun euro, menurut Kirill Dmitriev, kepala eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia.
(akr)
Lihat Juga :