Populasi China Menyusut 3 Tahun Beruntun, Sekolah Kosong Disulap Jadi Panti Jompo
Rabu, 22 Januari 2025 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Ketika angka hidup lebih lama, tidak cukup mengimbangi angka kelahiran baru. Negara-negara seperti China yang menekan imigrasi sangat berisiko.
Seperti diketahui China telah lama menjadi salah satu negara terpadat di dunia, yang bertahan dalam invasi, banjir, dan bencana alam lainnya untuk menopang populasi tetap tumbuh subur. Setelah berakhirnya Perang Dunia II dan kebangkitan Partai Komunis ke tampuk kekuasaan pada tahun 1949, keluarga besar muncul kembali dan populasinya berlipat ganda hanya dalam tiga dekade.
Namun belakangan populasi di China mulai menyusut, akibat tingkat kelahiran yang turun drastis. Total populasi Tiongkok turun untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade pada tahun 2022, hingga China disusul tipis oleh India sebagai negara terpadat di dunia pada tahun berikutnya.
Populasi yang menua dengan cepat, tenaga kerja yang menurun, kurangnya pasar konsumen dan migrasi ke luar negeri menempatkan ekonomi di bawah tekanan berat.
Sementara pengeluaran untuk militer dan proyek infrastruktur terus meningkat, sistem jaminan sosial China yang sudah lemah harus berjalan tertatih-tatih, dengan meningkatnya jumlah orang China yang menolak membayar sistem pensiun yang kekurangan dana.
Seperti diketahui China telah lama menjadi salah satu negara terpadat di dunia, yang bertahan dalam invasi, banjir, dan bencana alam lainnya untuk menopang populasi tetap tumbuh subur. Setelah berakhirnya Perang Dunia II dan kebangkitan Partai Komunis ke tampuk kekuasaan pada tahun 1949, keluarga besar muncul kembali dan populasinya berlipat ganda hanya dalam tiga dekade.
Namun belakangan populasi di China mulai menyusut, akibat tingkat kelahiran yang turun drastis. Total populasi Tiongkok turun untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade pada tahun 2022, hingga China disusul tipis oleh India sebagai negara terpadat di dunia pada tahun berikutnya.
Populasi yang menua dengan cepat, tenaga kerja yang menurun, kurangnya pasar konsumen dan migrasi ke luar negeri menempatkan ekonomi di bawah tekanan berat.
Sementara pengeluaran untuk militer dan proyek infrastruktur terus meningkat, sistem jaminan sosial China yang sudah lemah harus berjalan tertatih-tatih, dengan meningkatnya jumlah orang China yang menolak membayar sistem pensiun yang kekurangan dana.
Lihat Juga :